Diingatkan Cari Kerja, Ibu Dua Anak Dibunuh

Warga Bakar Sepeda Motor Pelaku

TUMPANG – Saiku, 25 tahun warga Dusun Nongkosongo, Desa Ringin Songo, Kecamatan Tumpang, tega menghabisi nyawa pemilik rumah kontrakannya, bernama Winantri, 41 tahun, warga Jalan Mpu Barada RT19 RW02, Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang. Winarti dibunuh dengan cara dijerat lehernya menggunakan tali tamper hingga tewas.
Tidak hanya membunuh, Saiku juga melucuti perhiasan yang dikenakan korban, berupa kalung dan gelang. Tubuh korban yang sudah tidak bernyawa dibiarkan begitu saja di ruang kosong belakang rumahnya. Aksi pembunuhan itu berhasil terbongkar, setelah suami korban, Basir, 51 tahun, curiga dengan keberadaan istrinya yang tidak kunjung pulang. Padahal, pagi sekitar pukul 11.30, korban sempat diminta tolong Saiku untuk memperbaiki alat memasak nasi (magic jar) di rumah yang dikontrakan. Hingga pelaku keluar rumah sekitar pukul 12.00, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Padahal, korban sangat jarang sekali keluar rumah. Kalau pun keluar, biasanya pamit kepada suami atau anak di rumah.
“Dari kecurigaan itulah, saya kemudian mengajak anak pertama (Lilik Indayati) untuk mengecek rumah kontrakan. Namun, kondisinya saat itu dikunci oleh pelaku. Baru saat tersangka pulang, saya pun tanya kemana istri saya. Hanya saja, oleh pelaku dijawab tidak tahu. Dengan alasan, terakhir pamit pergi setelah memperbaiki magic jar,” ujar Basir.
Merasa ada yang aneh, Basir pun meminta agar rumah kontrakannya dibuka. Selanjutnya, Lilik pun diminta untuk mengecek rumah kontrakan yang hanya terdiri satu kamar dan satu ruang kosong di bagian belakang. Saat melakukan pengecekan itulah, didapati tubuh ibunya sudah tidak bernyawa dengan ditutupi daun jendela. Kontan saja, anak pertama korban pun langsung berteriak histeris dan mengundang reaksi warga.
“Saya sempat tanya kepada pelaku, kamu apakan istri saya. Namun, tersangka tetap menjawab tidak tahu. Makanya, saya jadi marah. Bahkan, warga yang datang juga ikut marah kepada pelaku,” terang pria yang biasa berjualan tempe tersebut.
Perbuatan sadis itu  tidak hanya memancing emosi keluarga korban, tapi juga warga sekitar. Motor Honda Beat N 2301 G yang selama ini digunakan pelaku dijadikan amuk massa. Kendaraan itu, dibakar di dekat sungai yang jaraknya sekitar 200 meter dan kerangkanya dibuang ke dalam sungai.
“Dia jelas-jelas ingin menguasai harta korban, kok malah tidak mengaku,” ujar seorang warga.Petugas Polsek Tumpang yang mendapati informasi, tidak berapa lama langsung mendatangi lokasi. Selain melakukan olah TKP dan mengevakuasi tubuh korban, petugas langsung mengamankan tersangka yang menjadi korban kemarahan warga.
“Dari hasil olah TKP sementara, motif dari pembunuhan tersebut karena pelaku ingin menguasai harta korban. Karena dari tubuh korban, selain ditemukan luka jeratan pada leher juga kehilangan perhiasan yang biasa dikenakan,” kata Kapolsek Tumpang, AKP Hariyono.
Saiku mengaku kalau aksi nekadnya itu karena dendam pada korban. Kepada penyidik di Polres Malang, remaja yang istrinya tengah hamil itu, menjelaskan dirinya sering diingkatkan agar mencari pekerjaan.
“Saya melakukan itu karena dendam. Saya sering dihina agar mencari kerja oleh korban, dengan alasan, istri saya sedang hamil,” ujarnya.
Pelaku yang usai kejadian langsung diperiksa di Mapolres Malang itu menambahkan, apa yang disampaikan korban, bukan sekali atau dua kali. Namun, berulang-ulang sehingga membuatnya jengkel dan tega melakukan pembunuhan.
“Korban sering kali mengatakan agar mencari kerja,” imbuhnya.
Selama ini hubungan antara keluarganya dengan tersangka, sebenarnya sangat bagus. Beberapa kali, seperti makanan di rumahnya, acapkali juga diberikan pula kepada tersangka. Meskipun, hampir tidak ada penghuni kontrakan diberi kebutuhan makan hampir setiap minggu oleh pemilik kontrakan. Pagi sebelum pembunuhan terjadi, tersangka malahan sempat dimasakkan mie dahulu. Baru kemudian, tersangka minta tolong. (sit/aim)