Kahar Makin Terpojok Kesaksian Warga

PNS Didakwa Provokasi Warga
KEPANJEN- Sidang oknum PNS di Kecamatan Singosari, Kahar Lubis Mantoro yang didakwa melakukan provokasi warga, kembali digelar di PN Kepanjen kemarin. Dalam sidang kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, Mareindra SH, menghadirkan seorang saksi bernama Slamet Ansori yang menyudutkan terdakwa.
Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Riyono SH dibantu dua Anggota Hakim yakni M Arga SH dan Arifin SH,  kesaksian Slamet menyebutkan terdakwa Kahar telah melakukan pembohongan kepada warga yang disuruh melakukan demo keberadaan tambang pasir besi di Kecamatan Gedangan.
“Kata Kahar, tambang pasir besi itu tidak berizin, maka harus segera ditutup. Masih kata Kahar, seharusnya tambang pasir besi itu dikelola oleh warga sekitar ,” kata dia.
Setelah warga percaya apa yang dilakukan oleh terdakwa dengan melakukan demo, barulah terkuak Kahar mempunyai kepentingan dibalik peristiwa ini.
Mantan staf Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini melakukan penawaran kepengelolaan pasir besi pada pihak lainnya. Dikatakan Slamet, Kahar menawarkan diri supaya tambang pasir itu dikelola seseorang bernama Abdullah. Selain itu, terdapat PT Mamora yang juga bersedia mengelola pasir besi itu.
“Karena tidak sesuai dengan tujuan semula, saya lebih memilih mengundurkan diri terkait aksi demo ini. Saat saya mengundurkan diri itu, Kahar mengatakan saya pengkhianat dan mengancam saya,” masih kata dia dalam persidangan.
Saksi Slamet yang juga warga Kecamatan Gedangan ini, memang dikenal mempunyai pengaruh di masyarakat cukup baik. “Kalau tujuannya baik, maka akan saya melakukannya. Namun, terdakwa malah mempunyai niatan jahat dibalik peristiwa ini. Jujur, saya juga kecewa terhadap terdakwa,” terang pria berusia 33 tahun ini.
Dalam pengakuan saksi, juga mengetahui bahwa tambang Pasir Besi itu memang dikelola Koperasi Tambang Indonesia (KTI) III. Hanya saja kata dia, masyarakat memang awam terhadap perizinan keberadaan koperasi tambang pasir besi itu.
“Karena Kahar mantan staf ESDM, maka saya percaya. Eh ternyata, terdakwa memang pintar mempengaruhi kami. Kami sadar setelah dewan menyatakan tambang pasir besi itu telah berizin,” kata dia.
Dalam persidangan juga terkuak terdakwa memberikan uang senilai Rp 50 ribu kepada masyarakat yang  demo. Sebelumnya terdakwa juga memberikan kepada saksi senilai total Rp 10 juta sebagai transport dan membeli perlengkapan demo untuk warga. Sedangkan terdakwa membantah pernyataan saksi Slamet yang menyatakan dirinya melakukan ancaman. Terdakwa juga membantah bahwa akan memberikan kepengelolaan tambang pasir besi kepada PT Mamora. “Yang benar itu saya akan membawa investor dari PT Bogor Raya untuk mengelola tambang pasir itu. Saya juga tidak pernah memaki saksi dengan perkataan pengkhianat atau bahkan mengancamnya,” terangnya.
Pengacara terdakwa Kahar, Ali Taufan SH menyakan akan fokus pada sidang hari Selasa pekan depan. “Kami akan melakukan pembelaan pada sidang berikutnya,” ucapnya singkat. (big/aim)