Tangkap Satwa Hutan Lindung Dipolisikan

MALANG – Sodiq, 20 tahun, warga Dusun Trigu, Desa/Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dan Ponedi, 40 tahun,  warga  Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Senin (15/9) sore ditangkap dengan tuduhan melakukan pencurian satwa di kawasan hutan lindung, Blok Ratan, Poncokumo.
Dari kedua tersangka ini petugas mengamankan barang bukti satu senapan angin, 11 burung berbagai jenis, dan satu jaring. Dari 11 burung yang diamankan hanya 7 saja yang hidup, sedangkan empat diamankan dalam mati.
Tertangkapnya kedua tersangka ini berawal saat petugas Taman Nasional Wilayah 2, melakukan patroli di kawasan Blok Ratan, Poncokusumo. Saat itu petugas mendengar suara letusan senapan angin. Curiga, petugas pun mencari sumber suara, hingga kemudian petugas melihat Sodiq, yang saat itu memegang senjata dan membawa empat ekor burung sudah mati.
Melihat Sodiq, petugas langsung turun dari kendaraan patrol, dan melakukan penangkapan. Tentu saja penangkapan tidak tidak semudah itu. Sodiq yang melihat petugas langsung kabur. Bahkan, pria ini juga sempat membuang barang bukti senapan angin dan burung yang telah dibunuhnya. Imbasnya, aksi kejar-kejaran pun terjadi di dalam kawasan hutan yang dilindungi ini.
Sekitar 10 menit berlari, Sodiq akhirnya menyerah. Dengan nafas tersengal-sengal, Sodiq mengangkat tangannya. Petugas pun langsung menangkap dan membawa Sodiq ke mobil patrol.
“Saat menuju mobil patrol inilah, Sodiq kemudian mengatakan jika di atas juga ada warga yang menjaring burung,’’ kata Kepala Seksi (Kasi) Taman Nasional Wilayah 2, Novita Kusuma kepada Malang Post kemarin. Informasi tersebut tentu tidak dibiarkan, petugas pun pun langsung memburu tersangka lainnya.
Setelah 30 menit melakukan pencarian, petugas pun melihat Ponedi, yang saat itu sedang asyik menjaring burung. Seketika itu juga Ponedi ditangkap. “Tersangka kedua atas nama Ponedi tidak kabur, tapi langsung menyerah saat ditangkap,’’ tambah Novi yang mengatakan dari tersangka Ponedi ini, selain jaring petugas juga mengamankan tujuh burung.
 “Setelah kami mintai keterangan, kemudian keduanya dilimpahkan ke Polsek untuk proses hukum selanjutnya,’’ kata Novi.
Sementara Kapolsek Poncokusumo AKP Timbul Wahono mengatakan selama 20 hari kedepan dua tersangka ini akan diperiksa secara itensif, sebelum kemudian dilimpahkan ke kejaksaan. “Selain dikenakan pasal 21 ayat 2 huruf a, jo pasal 33 ayat 3 UU RI no 5 tahun 1990 tentang KSDAH E, kedua tersangka ini juga kami kenakan pasal 362 KUPH dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,’’ tandas pria dengan tiga balok di pundak ini.(vik/aim)