Ngaku Milik Besama, Sepeda Motor Kekasih Digadaikan

PAKIS-Diduga menggelapkan motor pacarnya, Suheriyanto alias Heri Nugroho, 44 tahun, warga Mojokerto harus menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pakis.. Pria yang keseharian sebagai penjaga bengkel di Dusun Wendit Barat, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis itu, dilaporkan telah membawa kabur motor Honda Beat N 5992 GU milik Ponisa, 42 tahun warga Dusun Wendit Barat.
Sebagai barang bukti perbuatannya pada 27 Agustus lalu itu, kendaraan roda dua itu pun diamankan di Polsek Pakis.
“Modus yang digunakan pelaku dengan cara berpura-pura pinjam untuk digunakan berangkat bekerja. Hanya saja, usai kendaraan diberikan, motor justru tidak dikembalikan kepada korban. Karena curiga, kemudian dilakukan pencarian dan barulah tersangka berhasil diamankan di Jalan Industri, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis,” kata Kapolsek Pakis, AKP Hery Purwanto.
Diperoleh keterangan, peristiwa bermula ketika korban dan tersangka, sudah saling kenal. Dari perkenalan itulah, tersangka mengaku memiliki ikatan dengan korban. Meski pun, statusnya masih belum suami istri.
Saking dekatnya, tersangka sering berkunjung ke rumah korban. Hingga pada 27 Agustus lalu, pelaku memberanikan diri untuk meminjam motor. Karena jarak bengkel dengan rumah korban tidak terlampau jauh, motor pun kemudian diberikan.
“Motor kemudian digadaikan pelaku di wilayah Dusun Bugis (Pakis). Karenanya, kemudian dilaporkan kepada petugas,” terangnya.
Selain aksi penggelapan, tambahnya, tersangka juga diduga melakukan penipuan kepada kakak korban yakni Sugito, 50 tahun warga Dusun Wendit Barat. Korban menyerahkan uang sekitar Rp 5 juta, dengan iming-iming investasi yang bunganya akan diberikan setiap bulan.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengatakan kalau motor yang digadaikannya, adalah motor bersama antara dirinya dengan korban. Malahan, uang muka dari kredit motor, menggunakan uangnya. Termasuk, uang untuk angsuran kredit motor.
“Motor itu sebenarnya milik saya. Namun, untuk surat-surat dari kendaraannya memang atas nama Ponisa, mengenai uang kakaknya, memang investasi. Bahkan, selama beberapa bulan ada bunga dari uang yang diinvestasikan itu,” terangnya. (sit/aim)