Diancam Teman, Nekat Curi Sepeda Motor

KEPANJEN- AY, 15 tahun, warga Desa Landungsari Kecamatan Dau sejak kemarin harus mendekam di balik jeruji sel tahanan Mapolres Malang. Pelajar kelas X tersebut, ditangkap oleh warga, setelah kedapatan melakukan pencurian sepeda motor Yamaha Mio N 3182 AT di Jalan Tirto Utomo Desa Landungsari.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat mengatakan, tersangka sudah tiga kali melakukan pencurian sepeda motor di Kecamatan Dau. “Saat pencurian sepeda motor yang kali ketiga, tersangka ketahuan korban dan warga. Karena tersangkanya masih di bawah umur, maka harus dititipkan ke Mapolres Malang,” ujarnya kepada wartawan.
Diperoleh informasi, tertangkapnya tersangka ini saat mencuri sepeda motor Yamaha Mio N 3182 AT milik mahasiswa UMM bernama Muhammad Effendi asal Sumenep. Kejadiannya sendiri, yakni pada hari Sabtu (13/9) pekan lalu. Saat itu, korban memang sering menghabiskan malam minggu di sebuah café di Jalan Tirto Utomo.
Modus yang dipergunakan tersangka saat menjalankan aksinya yakni menggunakan kunci T. “Tersangka menggunakan sepeda motornya datang ke lokasi kejadian. Sepeda motornya lalu diparkirkan tidak jauh dari TKP, tersangka mengawasi sepeda motor milik korban,” terangnya.
Setelah dirasa, pelaku menjalankan aksinya. Saat itu, tersangka berhasil membandrek sepeda motor milik korban. Hanya saja saat menghidupkan mesin, diketahui oleh korban yang kemudian berteriak maling. Teriakan itu, mengundang heboh warga sekitar dan langsung menangkap pelaku. Oleh warga sekitar, tersangka dibawa ke Mapolsek Dau untuk diamankan. “Setelah pelaku berhasil mengambil sepeda motor itu, nantinya dia akan kembali untuk mengambil sepeda motornya. Namun, hal itu urung dilakukan karena tersangka keburu ditangkap oleh warga sekitar,” terang mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Dari hasil pengembangan serta penyelidikan  yang dilakukan oleh penyidik Reskrim Polres Malang, tersangka ternyata tidak bekerja sendiri. Melainkan terdapat dua orang lainnya yang mengawasi tersangka saat menjalankan aksinya.
“Menurut pengakuan tersangka, dia menjalankan aksinya dengan teman yang juga seusianya. Selanjutnya kami akan menggali lebih dalam lagi identitas kedua pelaku ini,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Menurut pengakuan AY kepada wartawan, dia terpaksa melakukan kejahatan itu karena diancam dua orang temannya itu. “Kalau tidak melakukan pencurian ini, saya diancam akan dipukul. Sedangkan dua kali pencurian sepeda motor, saya hanya diberi uang Rp 500 ribu,” terang tersangka. (big/aim)