Rekan Kerja , "Dikerjai"

DIAMANKAN : Kedua tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur yang diamankan petugas Polres Malang Kota.

MALANG – Kasus asusila terjadi di Kota Malang. Samuri, 32 tahun, warga Jalan Kalisari, Kelurahan Wonokoyo, Kedungkandang ini pelakunya. Bapak dua anak ini, dijebloskan ke dalam tahanan Polres Malang Kota, karena telah berbuat asusila terhadap Bunga (nama samaran), 16 tahun, warga Jalan Satsui Tubun, Kelurahan Kebonsari, Sukun.
“Tersangka SMR ini, kami tangkap di rumahnya setelah beberapa bulan buron. Ia kami amankan setelah ada laporan dari keluarga korban. Akibat perbuatannya itu, tersangka kami jerat dengan pasal 81 ayat 1 Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dan perempuan,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Menurut Nunung, tersangka Sumari dengan Bunga ini sebelumnya berpacaran. Mereka pacaran mulai Desember 2013 lalu setelah saling kenal. Perkenalan mereka, karena sama-sama bekerja di penggergajian kayu di Jalan Raya Gadang, Sukun.
Saat masih berpacaran, Sumari mengaku pernah melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan korban. Perbuatan tersebut dilakukan Maret 2014 lalu di dalam gudang kayu, ketika kondisi kosong. Mungkin karena korban mengetahui tersangka telah berkeluarga, sekitar bulan Mei hubungan mereka putus.
Namun tersangka sepertinya masih tidak terima. Ia diam-diam menyimpan keinginan untuk menyetubuhi korban lagi. Perbuatan itupun dilakukan pada 19 Juni lalu sekitar pukul 14.00. Saat itu korban yang melintas di gudang kayu, tiba-tiba dihadang oleh tersangka yang kemudian diseret masuk ke dalam gudang.
Kedua tangan korban diikat dengan kaos milik tersangka. Setelah terikat, tubuh korban didorong hingga jatuh. Selanjutnya tersangka melucuti semua pakaian korban. Karena korban melawan dan berontak, tersangka menyumpal mulut korban dengan sepatu. Baru setelah itu, ia menyetubuhi korban.
Puas melakukan aksi bejatnya, tersangka lalu melepas ikatan dan menyuruh korban memakai pakaiannya. Setelah memakai, korban langsung pulang dan mengadukan perbuatan tersangka kepada orangtuanya. Selanjutnya diantarkan orangtua, melaporkan ke Polres Malang Kota. “Pengakuan tersangka, dia nekat menyetubuhi karena saat pacaran korban pernah menjanjikan mau disetubuhi lagi,” tutur Nunung.
Selain Sumari, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang Kota juga mengamankan Dani F, 19 tahun. ‘Polisi Cepek’ warga Jalan Sidomulyo (Penampungan) Sukun ini, ditangkap dengan kasus yang sama. Yakni berbuat asusila terhadap pelajar SMP, yaitu Melati (nama samaran), 14 tahun, warga Jalan Bandulan Malang.
Diperoleh keterangan, hubungan tersangka Dani dengan Melati ini hanya sebatas teman. Keduanya saling kenal setelah dikenalkan oleh temannya melalui telepon. Dari perkenalan itu, mereka lalu mengadakan pertemuan. Pertemuan pertama pada akhir Juli di depan Alfamart Bandulan, dan pertemuan kedua pada 1 Agustus lalu.
Dari pertemuan kedua itu, korban diajak bermain ke rumah tersangka di Sukun Penampungan. Selanjutnya korban diajak naik ke lantai dua rumahnya. Saat kondisi rumah sedang sepi, tersangka mengajak korban melakukan hubungan intim. Meski sempat menolak, namun karena terus dipaksa korban pasrah.
Sekitar lima menit melakukan hubungan intim, korban lalu diminta memakai pakaiannya. Selanjutnya korban diantarkan pulang. Sampai di rumah, korban mengadukan kepada orangtuanya, yang kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Malang Kota.(agp)