Pintu Didobrak, Mayat Kaku di Lantai

TKP meninggalnya Boby Tumwa yang dipenuhi warga, kemarin petang.

BATU-Hampir seharian diliputi kecurigaan, warga bersama aparat kepolisian Rabu petang kemarin terpaksa mendobrak pintu rumah Jalan Sudarno 22 Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Begitu pintu terbuka, mereka menemukan sosok mayat terkulai kaku di lantai ruangan tamu. Yakni, Boby Tumwa, 58 tahun yang tak lain pemilik rumah.
Ketika ditemukan tak bernyawa itu, korban mengenakan kaos singlet putih tanpa mengenakan celana apa pun, tubuh dan kepalanya menghadap ke arah barat. Ada warga yang mencurigai Boby tewas akibat jadi korban kejahatan. Namun dari penyelidikan polisi, diperkirakan pria yang tinggal sendirian itu meninggal sehabis dari kamar mandi. Indikasi itu dikuatkan ceceran kotoran manusia di dalam kamar mandi. Selain itu ditemukan pula bercak noda di lantai kamarnya, yang belum diketahui apakah darah atau bekas muntah.
Boby, sejak Senin lalu sudah tidak terlihat beraktifitas di rumahnya sehingga memunculkan dugaan dia meninggal dunia Minggu (14/9) malam. “Minggu sore lalu, saya masih melihat korban membeli jajan gorengan. Tetapi saya lihat cara berjalannya sudah aneh, saya menduga dia sedang sakit,” ujar Sokip, yang rumahnya persis berada di seberang rumah korban.
Kapolsek Batu, AKP Slamet Riyadi, juga belum mengetahui persis penyebab kematian korban. “ Kami harus meneliti hasil olah TKP tim identifikasi Polres Batu, serta otopsi terhadap mayat korban,” jelas kapolsek.
Hasil pemeriksaan sementara, ada perkiraan korban sakit ditambah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.  Selain melakukan olah TKP, polisi mencari saudara-saudara Boby, lantaran selama ini korban diketahui hidup seorang diri. “Dia hidup seorang diri, namun dia punya saudara yang sedang kami lacak keberadaannya,” papar Slamet Riyadi.
Sejak Senin lalu, pintu maupun jendela serta kain kelambu rumah korban sudah tertutup rapat, walaupun lampu penerangan menyala. Rentang sehari, Juwari dedengkot pelukis kota ini yang juga tetangga Boby, melihat banyak bungkusan sembako di depan kursi teras rumah korban.
Menurut keterangan Suwarno yang juga tetangga korban, sembako itu kiriman sepasang lelaki dan wanita yang Senin malam lalu datang ke rumah itu.“Keduanya masih muda, mereka mengatakan mau mengirim sembako untuk Boby. Sebelum menuju rumah korban, keduanya sempat bertanya kepada saya alamat rumah Boby, terus saya tunjukkan,” ungkap Suwarno.
Karena pintgu pagar terkunci, dua tamu itu memanjat pagar dengan bantuan Suwarno. Dan ketika pintu rumah diketok berulangkali, justru tak ada respon dari dalam.“ Tamu itu hanya bilang staf-nya Boby, saya tidak begitu paham staf di perusahaan mana,” tambah Suwarno.
Lantas, Rabu sore kemarin Juwari makin curiga melihat rumah Boby yang kosong. Ia pun memutuskan lapor pada Ketua RT dan RW 8.“Waktu kami intip, korban sudah tergeletak di lantai.  Akhirnya kami menghubungi polisi,” terang Juwari. (muh/lyo)