Ekamas Rugi Rp 3 Miliar

Tim Labfor saat mengambil sampel di lokasi kebakaran PT Ekamas Fortuna

PAGAK- Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Surabaya dilibatkan untuk menyelidiki penyebab pasti terbakarnya tumpukan kertas milik PT Ekamas Fortuna. Hasil sementara pemeriksaan Tim Labfor yang turun ke lokasi kejadian kemarin sore, api pertama kali berkobar dari bawah tumpukan kertas.
“Kami masih menyelediki api itu berasal dari putung rokok atau yang lainnya. Namun, yang jelas api pertama kali berkobar di bagian bawah tumpukan kertas yang terletak di tengah,” ujar Kepala Pemeriksa dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Labfor Cabang Surabaya AKBP Sudi Haryono kepada wartawan kemarin.
Menurutnya, hasil penyelidikan sementara itu dikuatkan dengan kondisi bagian bawah tumpukan kertas yang sangat panas. Selain itu, kertas yang ada di bagian bawah, juga hangus tanpa tersisa akibat dibakar si jago merah. Hal itu dikatakannya, diperparah kondisi temperatur udara di sekitar lokasi kejadian yang sangat panas.
“Selain itu, di antara tumpukan kertas tersebut terdapat kain goni yang mudah sekali terbakar. Belum lagi angin di sini sangat kencang, yang membuat kebakaran cepat meluas,” kata Perwira Menengah (Pamen) dengan dua melati di pundaknya itu.
Guna mengetahu penyebab pasti kebakaran itu, Labfor telah mengambil beberapa sempel. Yakni kertas yang terbakar, kain goni, abu dan lumpur. Sampel yang telah dikumpulkan itu nantinya akan diteliti di laboratorium. “Hasil laboratorium itu paling lama lima hari sudah keluar. Namun untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran ini, perlu dilakukan penelitian dan penyelidikan lebih mendalam,” kata dia.
Ketika disinggung mengenai adanya bahan kimia yang berada di tumpukan kertas itu, pihaknya sama sekali tidak menemukan bahan kimia yang dimaksud. “Kami juga tidak menemukan pecahan lampu yang bisa jadi membakar kertas ini. Sedangkan kebakaran ini disegaja atau tidak, kami belum bisa menyimpulkan,” terangnya.
Sementara itu, Humas PT Ekamas Fortuna Anada Dwi Prayitno mengatakan, kerugian yang dialami perusahaanya lebih dari Rp 3 miliar. Sebab kertas yang terbakar tepatnya mempunyai berat antara 1.500 -2.000 ton, atau lebih banyak berkali lipat dari prediksi kemarin. “Saat kebakaran hari pertama kami belum bisa mengetahui dengan pasti berapa berat kertas yang terbakar, tapi ya sekitar itu, 1.500-2.000 ton. Kertas bekas ini kami ambil dari beberapa negara yang ada di Eropa,” kata dia di tempat yang sama.
Menurutnya, kebakaran itu merupakan kejadian pertama kali. Meski usai mengalami kejadian kebakran, aktivitas dari perusahaan tersebut tidak terganggu. “Aktivitas perusahaan tidak terganggu. Cuma ada beberpa order kertas industri yang harus dipending terlebih dahulu,” pungkasnya. (big/han)