Rampok Bercelurit Beraksi Sore Hari

Rampas Kalung 25 Gram, Nenek ditendang ke Selokan
KEPANJEN- Aksi penjahat jalanan kembali meresahkan wilayah Kabupaten Malang. Rabu (17/9) sore, dua pelaku mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU, beraksi di Jalan Raya Prayitno RT 11 RW 02 Desa Kedungpendaringan Kecamatan Kepanjen. Mereka merampas kalung emas seberat 25 gram milik Hj Samiati, warga setempat.
Wanita berusia 70 tahun ini menjadi sasaran aksi pelaku jambret saat berada di depan rumah miliknya. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp 13 Juta. Korbanpun melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke Polsek Kepanjen.
Ditemui Malang Post di kediamannya, korban menjelaskan, saat peristiwa tersebut teradi, dirinya sedang menyirami tanaman di depan rumahnya pukul 15.00. “Saat kejadian itu, sekitar rumah saya ini sedang sepi. Tapi saat itu saya tidak mempunyai kekhawatiran maupun pikiran yang macam-macam,” ujarnya kemarin.
Selama 15 menit menyirami tanaman, dia mulai curiga ada yang tidak beres di sekitar rumahnya. Lantaran saat itu terdapat dua orang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU yang mondar mandir di depan rumahnya. Selang beberapa saat, kedua orang yang mengendarai sepeda motor tersebut, tiba-tiba menghampiri korban.
“Salah seorang pelakunya turun dan mengancam saya menggunakan celurit. Katanya jangan berteriak bila ingin selamat,” kata nenek yang mempunyai tiga cucu ini. Lantaran ketakutan, dia pun menuruti pelaku dengan tidak berteriak. Kemudian pelaku langsung menarik kalung emas seberat 25 gram yang dipakai di leher korban.
Setelah itu, pelaku mendorong korban hingga terjatuh ke selokan. Seorang pelaku itu kembali naik ke sepeda motor dan kabur menuju Gondanglegi. “Setelah kejadian itu saya berteriak minta tolong. Warga sekitar lalu menolong saya,” kata dia. Akibat dorongan dari pelaku tersebut, korban mengalami luka memar di punggung dan kakinya.
Sedangkan ciri-ciri kedua pelaku itu yakni seluruhnya menggunakan jaket hitam, masker dan helm full face. Semulanya, korban takut melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Namun, atas desakan keluarganya, korban memberanikan diri membuat laporan. “Saya sudah iklas terkait peristiwa ini. Peristiwa ini juga menjadi pelajaran saya untuk tidak memakai perhiasan yang mencolok saat di luar rumah,” lirihnya.
Sedangkan kasus ini, masih diselidiki oleh Polsek Kepanjen dibantu Satreskrim Polres Malang. “Laporannya sudah diterima. Saat ini masih proses penyelidikan,” ujar Kasubag Humas Polres Malang AKP Ni Nyoman Sri Efliandani terpisah. (big/feb)