Pencarian Anggota SAR Dihentikan

MALANG - Tim SAR gabungan sejak kemarin, akhirnya menghentikan pencarian seorang anggota SAR, Adi Purwoto, 46 tahun yang tenggelam di laut Pantai Goa Cina. Pencarian dihentikan karena selama satu pekan tidak berhasil menemukan jasad korban.
Kepala Desa (Kades) Sitiarjo Lispianto Daud mengatakan, Tim SAR gabungan sejak sore kemarin sudah menarik diri dari lokasi kejadian hilangnya korban. “Tidak ada petunjuk sama sekali terkait keberadaan korban. Sesuai standar peraturan, pencarian dihentikan setelah memasuki hari ke tujuh,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, penghentian korban sudah sepengetahuan keluarga korban. Tim SAR gabungan bersama Polair Basarnas dan Pemerintah Desa melakukan pertemuan, yang memutuskan pencarian secara terbuka dihentikan. Dikatakannya, keluarga korban hanya bisa pasrah pencarian tersebut dihentikan.
“Kondisi keluarga korban masih labil, maklum masih syok terkait peristiwa ini. Namun, pada dasarnya, keluarga korban sudah mengetahui pencarian dihentikan,” terangnya.
Meski pencarian secara terbuka secara resmi sudah dihentikan, proses pencarian secara mandiri tetap dilaksaksanankan dengan melibatkan nelayan, masyarakat dan anggota SAR yang berjaga di Pantai Goa Cina. “Hanya saja intensitasnya tidak sesering melakukan pencarian secara terbuka. Pencarian dilakukan saat nelayan melaut mencari ikan. Atau bisa juga menyempatkan diri sesekali waktu melakukan penyisiran,” terangnya.
Dia menambahkan, perisitwa ini harus menjadi pembelajaran terutama dalam hal perizinan. Semua kegiatan yang dilakukan di Pantai Goa Cina itu harus izin desa. “Saya tentunya menyayangkan kegiatan ini tidak berizin. Kedepannya, kami berharap ini menjadi perisitiwa yang terakhir kalinya,” tegasnya.
Sekadar diketahui,  anggota SAR Adi Purwoto, 46 tahun, hilang saat mengawal kegiatan larung sesaji yang diadakan Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan (LKPDH) pada hari Jumat (13/9) silam.(big/aim)