Janji Dinikahi, ABG Ditiduri Hingga Dua Kali

KEPANJEN – Kasus pencabulan dikalangan pelajar semakin marak. Kemarin, SA, 17 tahun, warga Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis, harus mendekam di balik jeruji tahanan Mapolres Malang. Tersangka ditahan atas tuduhan pencabulan terhadap Melati (nama samaran, red), 15 tahun, warga Desa Asrikaton Kecamatan Pakis.
“Tersangka SA kami tangkap di rumahnya Kamis (18/9) malam, setelah kami menerima laporan dari orang tua Melati yang tidak terima dengan perbuatan asusila SA. Dalam pemeriksaaan yang kami lakukan, tersangka mengakui perbuatan bejatnya kepada korban,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Diperoleh keterangan, tersangka melakukan perbuatan bejat tersebut sebanyak dua kali. Kejadian pertama dilakukannya pada awal Agustus lalu di rumahnya. Saat itu, tersangka janjian dengan Melati untuk bertemu sekitar Bandara Abd Saleh. Keduanya menggunakan sepeda motor berboncengan menuju rumah tersangka.
Saat itu, kebetulan rumah tersangka sedang sepi. Kedua orang tuanya sedang berpergian ke luar kota. Kondisi itu dimanfaatkan tersangka untuk melakukan perbuatan bejatnya itu. “Saya tidak memaksa Melati, melainkan atas dasar suka sama suka. Saya berjanji mau menikahinya,” tersang tersangka SA saat diperiksa penyidik kemarin.
Tersangka yang diketahui putus sekolah itu, melampiaskan hasratnya di dalam kamar. Puas melakukan perbuatan bejat itu, tersangka mengantarkan korban pulang. Sedangkan perbuatan keduanya dilakukan di area tebu dekat rumah tersangka pada akhir Agustus.
Modusnya sama, yakni janjian bertemu di sekitar Bandara Abd Saleh dan keduanya menuju lokasi tebu untuk melancarkan aksi bejatnya. Usai itu, korban tampak lebih diam dan pemurung. Orang tua korban curiga. Setelah didesak, Melati mencurahkan isi hatinya.
Karena tidak terima anak kesayangannya diperlakukan seperti itu, orang tua Melati melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Malang. “Padahal saya mau bertanggungjawab dengan menikahinya. Tapi orang tua Melati tidak setuju dan malahan melaporkan saya ke polisi,” lirihnya.
Meski pelakunya di bawah umur, kepolisian tetap menjeratnya dengan pasal pasal 81–82 KUHP tentang pencabulan pemerkosaan anak di bawah umur, ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (big/aim)