Tidak Jera, Residivis Pencurian Burung Dibui Lagi

KEPANJEN-Satu per satu kawanan pelaku pencurian burung Kenari di rumah Samali, 35 tahun warga Dusun Gumuk Mas RT40 RW07, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur pada 6 September 2013 lalu, berhasil dibekuk petugas Polres Malang. Adalah Sadik, 42 tahun warga Desa Pringgondani RT10 RW01, Kecamatan Bantur, berhasil ditangkap petugas di rumahnya tanpa melakukan perlawanan.
Dengan tertangkapnya Sadik, sudah dua pelaku kawanan pelaku pencurian spesialis burung, yang berhasil ditahan petugas. Sebelumnya, sekitar 18 April lalu, rekan tersangka yakni Mustar, 40 tahun warga Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare berhasil ditangkap kali pertama. Dua rekan pelaku masing-masing SN, 40 tahun warga Desa SumberSoroh, Kecamatan Pagak dan MH, 45 tahun warga Desa/Kecamatan Bantur, masih menjadi buron petugas.
“Pelaku (Sadik) adalah satu dari empat pelaku pencurian burung Kenari sebanyak 40 ekor di rumah Samali. Tersangka juga mendapatkan jatah pembagian dari hasil pencurian burung sebanyak 10 ekor,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Sadik dalam pemeriksaan, tidak mengelak dengan tuduhan aksi pencurian yang diarahkan kepadanya. Malahan dengan santainya bapak dua anak bercerita, kalau kawanannya mengetahui korban memelihara burung dari seorang rekan pelaku yang masih buron yakni MH.
“Kami tahu kalau korban memelihara burung dari MH. Makanya, dia ikut melakukan aksi pencurian. Termasuk, mendatangi rumah korban dengan cara jalan kaki. Karena, antara rumah MH dengan rumah korban berdekatan,” ujar Sadik.
Ditambahkannya, dalam aksi pencurian tersebut, MH pula yang bagian masuk ke dalam rumah korban. Caranya, dengan membuka paksa jendela rumah. Lalu, satu per satu burung yang ada di sangkar dijadikan dalam satu sangkar untuk dibawa kabur.
“Begitu berhasil, kesemuanya burung hasil curian langsung dibagi. Kebetulan, saya mendapatkan bagian 10 ekor burung dan langsung dibeli oleh MH. Saat itu, burung tersebut dibeli seharga Rp 600 ribu,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan pelaku, Sadik tidak hanya masuk DPO petugas. Namun, termasuk residivis pelaku pencurian burung. Tahun 2005, pelaku harus menjalani tahanan tiga bulan karena mencuri burung di Desa Rejosari, Kecamatan Bantur. Lalu, awal Tahun 2014 harus menjalani hukuman empat bulan karena aksi sama yakni pencurian burung milik temannya, Jemblung di Desa Tlogosari, Kecamatan Donomulyo. (sit/aim)