Kompak, Pasutri Curi Motor

DIRINGKUS : Pasangan pasutri yang kompak melakukan pencurian sepeda motor di Kota Malang.

MALANG – Pasangan suami istri (pasutri), yakni Sulis Yulianto, 21 tahun dan istrinya Atika, 21 tahun cukup kompak. Mereka sepakat untuk selalu bersama, meskipun harus mendekam di balik terali besi Mapolres Malang Kota seperti saat ini. Pasutri warga Jalan Kolonel Sugiono Gg III B, Kelurahan Mergosono Kota Malang ini, ditahan karena kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Bahkan polisi terpaksa melumpuhkan kaki kanan Sulis, karena berusaha melawan dan kabur saat ditangkap.
“ATK alias Tika, istrinya ikut ditahan karena dia ikut serta terlibat pencurian sepeda motor. ATK terbukti membantu suaminya setiap melakukan aksi pencurian. Dan SY (Sulis Yulianto, red) terpaksa ditembak karena melawan,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Ada sembilan kasus pencurian sepeda motor yang diakui oleh pasangan suami istri ini. Sekali dilakukan di Pantai Balekambang Kecamatan Bantur, pada 11 Agustus lalu, dan sisanya delapan TKP dilakukan di Kota Malang. Dua diantaranya di Jalan Gadang Gg VB Sukun, pada 9 September 2014 dan di Jalan Belakang RSSA Gg III Malang pada 11 September.
Modus operandi yang dilakukan pasangan ini, keduanya berangkat dari rumah dengan berboncengan sepeda motor. Sembari membawa kunci T dan dua buah gunting, mereka keliling mencari sasaran motor yang akan dicuri.
Begitu mendapatkan sasaran, Sulis langsung beraksi. Sementara Atika istrinya diminta menunggu beberapa ratus meter. Setelah Sulis berhasil mendapatkan motor curian, keduanya langsung buru-buru kabur dan janjian ketemu di rumah.
Sesampai di rumah, pasutri satu anak ini langsung mengganti plat nomor polisi. Baru keesokan harinya, untuk menghilangkan jejak mereka menjual motor curian. Dari sembilan unit motor curian, dijual antara Rp 1,2 juta sampai Rp 3,7 juta.
“Pengakuannya mereka nekat mencuri motor karena untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Selama ini, Sulis sama sekali tidak bekerja, dan mereka harus membelikan susu anaknya,” tutur Nunung.
Tertangkapnya pasutri ini, bermula dari penyelidikan tim Reskrim Polres Malang Kota. Polisi mendapat informasi kalau Sulis dan istrinya mau menjual motor bodong, di depan Stasiun Kota Baru Malang. Ketika mereka datang, polisi langsung menangkapnya.
“Untuk Sulis dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sedangkan istrinya karena ikut serta membantu dikenakan pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tandasnya.(agp/nug)