Curi Bajak Rp 5 Juta

BAJAK: Tersangka Solikhin menggotong alat bajak senilai Rp 5 juta yang dicurinya

BATU - Kesadaran Mohammad Solikhin, 45 tahun, warga Dusun Krajan RT 3 RW 2, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu baru timbul saat borgol mengikat kedua tangannya. Laki-laki yang keseharian bekerja sebagai pemulung ini tergiur mendapatkan alat bajak senilai Rp 5 juta tersebut.
Hingga ketertarikannya ini membutakan pikirnya, tangannya pun bergerak membungkus alat bajak yang terbuat dari besi ini dengan sebuah karung dan plastik.  Begitu terbungkus rapi, ia pun menggotongnya dan membawa ke penjual barang bekas, hingga akhirnya ia ditangkap polisi.
“Ndak tahu kenapa, tiba-tiba kepingin membawa dan menjualnya,” ujar Solikhin. Karena perbuatannya ini, akhirnya ayah 5 anak dan 9 orang cucu ini harus mendekam dibalik terali besi Mapolsek Junrejo.
Berat alat bajak traktor seberat lebih dari 10 kilogram tersebut, membuat ia tergiur untuk menggondol barang itu. “Harga besi kan mahal, karena itu saya bawa,” ujarnya tenang.
Kapolsek Junrejo, Iptu Joko Tresno mengatakan tersangka ditangkap 45 menit setelah mereka mendapatkan laporan dari Balitjestro (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropik) yang kehilangan alat bajak traktornya.
“Heri, Kepala Bagian Rumah Tangga Balitjestro melaporkan kehilangan alat bajak ke Mapolsek via telepon, kita melakukan quick respon dengan langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan pengejaran, Alhamdulillah 45 menit setelah kejadian pelaku berhasil kita amankan,” terang kapolsek.
Pencurian ini terjadi pada hari Sabtu (20/9) sekitar pukul 14.00 di gudang Balitjestro di Jalan Raya Tlekung. Satpam melihat alat bajak di gudang sudah tidak ada lagi, ia pun melaporkan hal ini kepada Heri, Kepala Rumah Tangga Balitjestro yang kemudian ditindaklanjuti dengan melaporkan kejadian ini ke polisi.
Satpam mengecek isi gudang, karena alat bajak ini akan dibersihkan sebelum dipergunakan pada hari Senin (22/9). Saat itu gudang dalam keadaan terbuka, siang hari pintu gudang memang tidak pernah dikunci, hanya saja setiap hari Sabtu suasana di kantor ini memang lebih lengang ketimbang hari biasa.
Beberapa saat kemudian polisi yang dipimpin langsung oleh kapolsek Junrejo melakukan olah TKP. Mereka menemukan saksi yang melihat seseorang laki-laki menggotong sebuah benda yang sangat berat dibungkus dengan karung.
Menurut beberapa saksi, laki-laki ini pergi dengan naik mikrolet menuju kearah Utara (Oro-Oro Ombo). Polisi melakukan pengejaran dan menemukan mikrolet yang mengangkut tersangka.
Saat itulah, polisi mengetahui kalau tersangka turun di sebuah penjual barang bekas di wilayah Desa Oro-Oro Ombo. “Kita menemukan tersangka akan menjual barang tersebut, kemudian kita amankan,” ujarnya.
Awalnya tersangka mengelak kalau mencuri di Balitjestro, dia mengatakan menemukan besi itu di Kampung Curah Krikil di Desa Oro-Oro Ombo. Mendapatkan jawaban itu, polisi tidak membantah langsung, sebaliknya polisi menyuruh tersangka menunjukkan karung yang digunakan untuk membungkus alat traktor ini.
Tanpa ragu, tersangka menyerahkan karung tersebut kepada polisi, saat diperiksa ternyata di karung yang digunakan tersangka membungkus alat traktor, tertera tulisan Balitjestro. Tubuh tersangka pun langsung lemas, karena tidak bisa mengelak lagi. Polisi pun memasang borgol di kedua tangannya.
Ternyata sebelumnya, tersangka sudah pernah melakukan pencurian besi di tempat yang sama, hanya saja Balitjestro menyelesaikan pencurian besi ini secara kekeluargaan. Pemberian maaf ini, ternyata tidak membuat tersangka Solikhin jera, sebaliknya ia kembali melakukan pencurian di kantor milik Departemen Pertanian yang ada di Kota Batu ini. (muh/feb)