Jambret Tewas Dihakimi Warga

KEPANJEN- Amuk massa yang kesal dengan tindak kejahatan penjambretan kembali terjadi. Kemarin siang, masyarakat menghakimi dua pelaku jambret yang beraksi di Desa Purwodadi Donomulyo. Seorang pelakunya, Irfan Arianto, 28 tahun, warga Desa Sidomulyo Pronojiwo Lumajang meregang nyawa saat dirawat di RSUD Kanjuruhan.
Seorang pelaku lainnya, Hendrik Susilo, 28 tahun, warga Bandulan, Sukun Kota Malang babak belur dan dirawat di UGD RSUD Kanjuruhan.
“TKP penjambretannya di Donomulyo. Kami hanya mengamankan kedua tersangka dari amukan massa,” ujar Kapolsek Kalipare AKP Agus Siswo Hariyadi kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, amuk massa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Keduanya menjambret kalung Suharti, 39 tahun, warga Dusun Sidorejo Desa Purwodadi Kecamatan Donomulyo. Saat itu, korban berjalan kaki, tengah pulang menuju ke rumahnya, usai berbelanja kebutuhan pokok di toko dekat rumahnya.
“Kedua tersangka menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU saat menjalankan aksinya. Salah seorang tersangka mengancam korban menggunakan parang,” terang AKP Agus Siswo Hariyadi. Setelah melancarkan ancaman, kedua tersangka merampas kalung emas seberat lima gram yang dipakai di leher korban.
Setelah itu, tersangka mendorong korban hingga terjatuh. Kemudian, keduanya lari menuju arah Kalipare. Korban lantas berteriak minta tolong. Sebagian warga lainnya yang mengetahui perisitiwa itu langsung mengejar tersangka.
Sebagian warga lainnya menghubungi warga Desa Arjowilangun Kalipare, bahwa ada dua pelaku penjambretan yang kabur ke tempat tersebut. “Warga yang menerima informasi itu, langsung melakukan penghadang. Namun, kedua tersangka kabur ke area lahan tebu,” kata perwira pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya itu.
Warga melakukan pengejaran, ke lahan tebu. Karena semakin terpojok, kedua tersangka meninggalkan sepeda motornya. Warga yang sudah gerah, tetap mengejar kedua tersangka. Hingga kedua tersangka tersudut dan tidak bisa kabur lagi. Masyarakat menghakimi kedua tersangka tersebut hingga babak belur.
Petugas yang menerima laporan itu, langsung menuju lokasi kejadian untuk memenangkan situasi masyarakat yang naik darah. Petugas mengevakuasi kedua tersangka menuju mobil untuk diamankan dari amukan massa. Keduanya dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk dilakukan perawatan.
Naasnya, seorang pelaku yakni Irfan Arianto, 28 tahun, nyawanya tidak bisa tertolong saat dilakukan perawatan. “Kasus ini, sedang kami dalami. Kami duga, aksi mereka melibatkan jaringan yang lebih bluas lagi,”kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat terpisah. (big/aim)