Melawan, Perampok Berpistol Tewas Ditembak

DITEMBAK: Salah satu pelaku perampokan Aris Setiyawan (35), warga Kapasari Pedukuhan BEI/54, Surabaya yang diamankan jajaran Polsek Gubeng, kemarin.

SURABAYA - Anggota jajaran Polsek Gubeng, Senin (22/9/2014) dini hari terpaksa menembak mati salah satu pelaku perampokan, Nicolas Sapulete (33), warga Jalan Kapasari Gg 5/1, Surabaya yang bersenjata api (senpi).
Pelaku terpaksa ditembak lantaran dianggap berbahaya. Sebab, saat menjalankan aksinya, pelaku juga menembak seorang anggota. Sedangkan tertembaknya tersangka, bermula ketika anggota reserse Polsek Gubeng melakukan patroli di Jalan Biliton sekitar pukul 01.00 WIB. Tepat di depan rumah nomor 34, anggota melihat kendaraan Honda Beat warna orange terparkir di depan rumah.
Melihat ada dua orang yakni Nicolas Sapulete dan Aris Setiyawan (35), warga Kapasari Pedukuhan BEI/54, Surabaya yang gerak geriknya mencurigakan, anggota mendatangi dan melakukan penggeledahan.
Waktu petugas menggeledah Aris Setiawan, tanpa diketahui petugas, Nikolas tiba-tiba mengeluarkan senpi rakitan jenis Bareta dan membidikkan ke arah beberapa anggota yang berada di lokasi. Beruntung, bidikan pelaku meleset dan mengenai pagar rumah nomor 63 yang berada di seberang jalan. Sementara petugas yang semula menghindari tembakan tersangka, langsung membalasnya dengan beberapa kali tembakan ke arah Nikolas.
Aksi adu tembak itu berakhir ketika peluru petugas berhasil mengenai punggung, pinggul, paha kiri dan lengan kanan tersangka, yang akhirnya roboh bersimbah darah.
Sementara satu tersangka bernama Aris, melarikan diri ke arah Jalan Karimun Jawa. Tepat di depan Rumah Sakit Siloam, tersangka Aris melakukan perampasan kendaraan bermotor, Honda Beat L 5388 EC, milik Muhammad Umar.
Namun upayanya gagal, karena korban berusaha mempertahankan kendaraannya itu. Tersangka pun kembali berlari dari kejaran petugas, hingga tersungkur karena petugas terpaksa harus menghentikannya dengan menembak kaki kanannya. "Kedua tersangka ini, sudah kali ketiga melakukan aksinya. LP (laporan polisi) yang pertama di Jalan Diponegoro, kasus pembobolan rumah. Yang kedua di Jalan Gubeng dan terakhir di Jalan Biliton, keperegok anggota," kata salah satu anggota reserse Polsek Gubeng saat menggelar olah TKP, bersama Kapolsek Gubeng, Kompol Yakhob Silvana, kemarin.
Untuk keterangan resmi, pihak Polsek belum mengeluarkan statemennya, karena akan segera dirilis oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta di Mapolrestabes Surabaya, di Jalan Sikatan. (jpnn/bj/udi)