Tiga Pengeroyok Warga Blimbing Diringkus

DIAMANKAN : Ketiga pelaku pengeroyokan yang diamankan petugas Polsekta Blimbing.

MALANG – Didik Putut Subagyo, 43 tahun, warga Jalan LA Sucipto, Blimbing akhir pekan kemarin menjadi korban pengeroyokan tiga orang preman. Ia dipukul dan ditusuk dengan pisau rakitan di bagian pinggang. Beruntung luka tusuk yang dialaminya tidak terlalu parah, sehingga nyawanya masih selamat.
Sementara selang beberapa jam setelah kejadian, petugas Reskrim Polsekta Blimbing yang mendapat laporan berhasil mengamankan ketiga pelaku. Masing-masing, Budi Nugroho, 35 tahun, warga Jalan Kerto Sentono, Kelurahan Ketawang Gede, Lowokwaru. Edi Hermawan, 35 tahun, warga Jalan Balean Barat, Lowokwaru serta Cahyo Wasono, 52 tahun, warga Jalan Kresna, Polehan Blimbing.
“Mereka bertiga ini kami tangkap secara terpisah di jalan. Barang bukti yang kami amankan, yaitu sebilah pisau rakitan serta pakaian milik korban yang terdapat bercak darah,” ungkap Kapolsekta Blimbing, Kompol Agus Guntoro.
Peristiwa pengeroyokan tersebut, terjadi sekitar pukul 22.00, di Jalan LA Sucipto, Gang Stasiun Blimbing, samping kamar mandi umum. Ceritanya bermula saat ketiga tersangka ini, sedang asyik nongkrong. Ketika ngobrol, mereka melihat korban sedang melintas di depannya.
Karena sebelumnya mereka sama-sama dendam lantaran pernah diolok, akhirnya sepakat untuk memukulinya. Ketiganya langsung menghampiri korban yang sedang berjalan. Selanjutnya tanpa ada basa-basi, Edi serta Budi yang memiliki tubuh kekar, langsung melayangkan pukulan beberapa kali ke wajah korban hingga babak belur.
Sedangkan Cahyo, langsung mengeluarkan pisau yang kemudian ditusukkan ke pinggang korban. Melihat korban mengerang kesakitan dan berdarah, ketiga pelaku langsung kabur. Tak lama setelah pelaku kabur, M Munih Dian, 44 tahun, warga sekitar yang mendengar keluar rumah dan melihat korban terkapar.
Selanjutnya oleh saksi, korban dibawa ke rumah sakit yang kemudian diteruskan melapor ke petugas Polsekta Blimbing. Berdasarkan laporan itulah, polisi langsung melakukan pencarian dan berhasil mengamankan ketiganya.
“Dalam pemeriksaan mereka mengatakan kalau aksi pengeroyokan itu karena sakit hati lantaran pernah diolok. Dan akibat perbuatannya itu, mereka kami jerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan,” tegas Agus Guntoro.(agp)