Bison Terjun Bebas ke Jurang, Satu Tewas, 17 Luka

PANIK : Proses evakuasi korban dari dalam bangkai microbus di jurang sedalam 25 meter, siang (23/9) kemarin.

PAGAK - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Bandarangin Gunung Geger Desa Sumberejo Pagak kemarin siang. Microbus Isuzu Bison N 7472 C warna biru metallic berisi 18 orang rombongan pengantar haji, terjun bebas ke jurang sedalam 25 meter. Seorang penumpang bernama Lasminah, 60 tahun warga Dusun Judet Desa Tlogorejo Pagak tewas di tempat kejadian, 17 orang lainnya luka berat dan luka ringan. (Lihat data grafis)
Korban yang tewas mengalami pendarahan cukup hebat di kepalanya, lantaran terjepit badan microbus. Didahului benturan keras saat Bison terjun bebas. Selain itu, terdapat delapan penumpang mengalami luka berat serta sembilan penumpang mengalami luka ringan.
“Untuk korban yang luka ringan, sudah dibawa ke Puskesmas Pagak. Sedangkan korban yang luka berat, dibawa ke RSUD Kanjuruhan,” ujar Kepala Desa (Kades)  Tlogorejo Kecamatan Pagak Eko Wahyudi kepada Malang Post kemarin.
Diperoleh keterangan, rombongan tersebut paginya berangkat ke Bandara Abd Saleh untuk mengantarkan salah seorang kerabatnya bernama Nayar, 55 tahun berangkat haji memakai paket Ongkos Naik Haji (ONH) Plus. Sesuai tradisi warga di desa tersebut, bila terdapat sanak saudara yang naik haji, maka diantar secara ramai-ramai hingga ke tempat pemberangkatan.
Mulanya saat berangkat, mobil tersebut tidak terjadi keanehan maupun tanda-tanda kerusakan. Hingga rombongan itu sampai dengan selamat di Bandara Abd Saleh. Setelah pesawat terbang yang membawa jamaah haji lepas landas, rombongan itu pulang.
“Sebelum pulang, kata sopir, setir mobil sempat bermasalah. Sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu,” kata kerabat salah seorang penumpang bernama Riyadi. Lanjut dia, setelah diperbaiki, sopir melanjutkan perjalanan. Hingga mendekati lokasi kejadian di jalanan menanjak, tiba-tiba ban bagian belakang sebelah kiri pecah.
Diduga ban pecah itu lantaran kelebihan jumlah penumpang. Kondisi itu, juga diperparah setir yang kembali macet, sehingga tidak bisa membelok. Karena tidak bisa belok, otomatis microbus nopol N 7274 C itu melaju ke arah jurang. Hingga pada akhirnya microbus naas itu terjun bebas ke jurang sedalam 25 meter dan terbentur dengan keras.
Malang Post persis berada di depan mobil nahas itu. Kejadian terjadi begitu cepat, dan menimbulkan kepanikan. Microbus terguling satu kali kemudian terseret hingga ke bawah. Pengendara yang kebetulan lewat di tempat itu, termasuk Malang Post, kemudian menghentikan laju kendaraan untuk menolong korban.
Dibantu warga sekitar, mereka menolong korban satu per satu serta mengevakuasinya ke atas jalan. Evakuasi berjalan menegangkan, lantaran kondisi jurang yang sangat dalam serta banyak bebatuan.
Evakuasi korban berlangsung dalam waktu 30 menit setelah kejadian. Korban meninggal langsung dievakuasi ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang.
Sementara itu, petugas Satlantas Polres Malang Ipda Suprapto mengatakan, masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Penyebab sementara dari kecelakaan ini, diawali ban mobil pecah. Sehingga sopir tidak bisa mengendalikan mobilnya. Untuk  kelayakan mobil maupun penyebab lainnya dari kecelakaan ini,  masih menunggu hasil dari olah TKP,” ucapnya.(big/ary)