Lagi, Perampok Obrak-Abrik Toko Modern

TUTUP: Alfamart di Jalan Ahmad Yani Utara nampak tutup setelah dirampok dini hari kemarin.

MALANG - Peribahasa berbunyi “langit menyungkup kepala”, tepat untuk diberlakukan untuk kasus perampokan dua toko modern di Kota Malang, kemarin. Pihak Kepolisian dibuat tak berkutik, sebagaimana arti peribahasa itu, yakni “sesuatu yang tidak dapat diatasi lagi”.
Betapa tidak,hanya berjarak 3,5 jam, Alfamart dan Indomaret disatroni perampok. Kali pertama, pelaku membobol Indomaret di Jalan Kolonel Sugiono Malang, Senin (22/9) pukul 22.00. Dari toko milik PT. Indomarco Prismatama Malang ini, para pelaku berhasil menggondol uang Rp 11 juta, BlackBerry dan HP Smartfren. Beruntung, karyawan toko Dwi Novitasari, 21 tahun, tidak mengalami luka-luka meski ditodong pistol dan celurit.
Informasi yang dihimpun Malang Ekspres (Group Malang Post), malam itu, Dwi dan temannya hendak menutup toko. Namun sekitar pukul 22.00, tiba-tiba tiga orang lelaki tak dikenal, langsung masuk dan menodongkan pistol dan celurit yang dibawa. “Ayo tunjukkan brankasnya. Ambil uang dalam brankas,” tutur Dwi menirukan perintah pelaku kepada penyidik unit reskrim Polsekta Sukun. Gadis asal Dusun Gempol Kenceng, Wonorejo, Srengat, Blitar ini pun hanya bisa menuruti permintaan pelaku.
Ia mengambilkan uang Rp 11 juta hasil penjualan barang-barang Indomaret yang ada dalam brankas dan memberikannya kepada ketiga pelaku. Selain uang, pelaku yang membawa celurit juga merampas BlackBerry dan HP Smartfren milik Dwi. “Setelah itu pergi dengan naik mobil,” lanjutnya kepada penyidik. Setelah perampokan di Indomaret Jalan Kolonel Sugiono, pelaku pencurian dengan kekerasan ini juga mendatangi Alfamart di Jalan Ahmad Yani Utara, sekitar 3,5 jam kemudian.
Di toko yang buka 24 jam itu, dua pelaku masuk dan mengancam dua karyawan Alfamart yang jaga malam. Yakni Bachtiar Pratama, 26 tahun, warga Jalan Hamid Rusdi Malang dan Gigih Aris, 22 tahun, warga Desa Sidorejo, Pagelaran. Sembari menodongkan pistol dan celurit, pelaku yang mengenakan jaket hitam dan helm teropong meminta uang dalam brankas, uang di laci kasir dan rokok. “Mereka juga meminta barang-barang kami. Mulai BlackBerry dan dompet,” kata Bachtiar kepada petugas Polsekta Blimbing.
Setelah mendapatkan uang dan barang-barang itu, pelaku yang diperkirakan empat orang langsung kabur ke arah utara dengan mengendarai dua motor, salah satunya Yamaha Mio. Dikonfirmasi perampokan tersebut, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro SH, SIK mengaku anggotanya juga masih melakukan penyelidikan. “Namun, dugaan kami, pelaku perampokan di Indomaret dan Alfamart tidak sama. Ada kemungkinan, dua kelompok yang melakukan perampokan itu,” ungkapnya.
Sesuai data Malang Post, sebelumnya perampokan juga terjadi di  Indomaret Tidar Barat, Jl Raya Tidar Kelurahan Karang Rejo, pelaku melakukan kontak fisik dengan korban. Pelaku menodongkan pistol ke korban, kemudian memaksa korban memberikan uang yang ada di dalam mesun kasir dan brankas.
Sedangkan, di Alfamart Sulfat, Jl Sufat 2 Kelurahan Bunul Rejo.
Jika digabung dengan Kabupaten Malang, Polisi juga belum bisa ungkap pelakunya. Diantaranya Alfamart di Jalan Dr Cipto, Desa Bedali, Lawang pada 25 Maret 2014. Perampokan Indomaret Jalan Raya Ketapang, Desa Sukoharjo, Kepanjen pada Minggu 6 April 2014. Kemudian Indomaret Desa Randuagung, Singosari pada Kamis 12 Juni.  Lalu Alfamart Jalan Raya Mondoroko, Singosari pada 14 Juni 2014 serta Indomaret Jalan Sumberwuni, Lawang pada Rabu 9 Juli lalu.(mar/ary)