Rampok Donomulyo Akhirnya Tewas di RSUD Kanjuruhan

KEPANJEN- Hendrik, pelaku perampokan di Donomulyo yang diamuk massa di Kalipare, akhirnya meregang nyawa. Warga Bandulan, Sukun, Kota Malang yang sempat dirawat intensif di RSUD Kanjuruhan, Selasa malam kemarin, menghembuskan nafas terakhirnya, menyusul Irfan Arianto, 28 tahun, warga Desa Sidomulyo Pronojiwo Lumajang, temannya yang sudah lebih dulu tewas dimassa.
“Untuk penyebab kematiannya, kami harus menunggu hasil visum. Petugas Kepolisian juga meminta untuk dilakukan visum terhadap Hendrik ini,” ujar Kasubag Humas dan Pemasaran RSUD Kanjurhan Yoyok Ibnu Hidayat kepada Malang Post kemarin. Dijelaskannya, penanganan terhadap Hendrik yang dilakukan tim dokter sudah maksimal.
Hanya saja, takdir Tuhan berkata lain. Tepat pukul 23.00 WIB, tersangka yang babak belur dihakimi masa itu menghembuskan nafas terakhir.
 “Jenazah sudah diambil pihak keluarganya. Pengambilan jenazah itu sudah mendapatkan izin dari aparat kepolisian,” terang pri yang berdomisili di Bululawang ini.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat mengatakan, meski kedua tersangka sudah meregang nyawa, pihaknya tetap melakukan penyelidikan. Terutama penyelidikan yang mengarah kepada kelompok, jaringan, hingga pelaku lainnya yang terkait dengan kedua pelaku.
“penyelidikan yang kami lakukan terkai kasus ini terus berlanjut. Utamanya untuk menyelidiki asal kelompok dua tersangka yang tewas ini,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Arjowilangun Kalipare, Senin (22/9) lalu menghakimi dua pelaku jambret yang beraksi di Desa Purwodadi Donomulyo. Satu pelakunya, Irfan Arianto, 28 tahun, warga Desa Sidomulyo Pronojiwo Lumajang, meregang nyawa saat dirawat di RSUD Kanjuruhan  Sedangkan Hendrik menyusul Irfan tewas Selasa (23/9) malam.(big/aim)