Kapetengan Gelapkan Mobil Warga

WAJAK – Sebagai petugas kapetengan desa, Mujiono harusnya memberikan pengayoman kepada warganya. Namun dia justru melakukan tindak kriminal. Bersama Irfan, 47 tahun, warga RT 13 RW05, Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, dia menggelapkan mobil pick up Daihatsu Grand Max nopol N 8840 GC milik Hj Umi Badriyah, Warga Poncokusumo.
 “Mujiono dan Irfan serta barang buktinya sudah kami amankan. Saat ini keduanya masih kami periksa untuk mengorek informasi jika ada pelaku lain dalam kasus ini,’’ kata Kapolsek Wajak AKP Sardikan kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, penggelapan itu terjadi sekitar Mei 2012 lalu. Saat itu Mujiono lebih dulu mendatangi  korban di toko bangunan miliknya di wilayah perbatasan Wajak. Kepada korban,  Mujiono mengutarakan ingin meminjam mobil dengan sistem sewa. Umi  sempat menolak permintaan Mujiono dengan alasan, mobil Grand Max tersebut digunakan untuk bekarja. Karena terus didesak, Umi pun luluh. Karena Mujiono menjabat sebagai kapetengan desa.
Mobil pun langsung dibawa Mujiono dengan harga sewa perhari Rp 75 ribu.
“tersangka mengatakan menyewa selama dua bulan, pembayaran pertama diberikan Rp 1 juta. Sewa mobil tersebut untuk mengangkut apel,’’ kata Sardikan.
Saat awal pembayaran cukup lancar. Terbukti, 10 hari kemudian, Mujiono kembali mendatangi korban, dan kembali uang sewa senilai Rp 1 juta.  Begitu juga 10 hari setelahnya, Mujiono kembali memberikan uang Rp 1 juta, sebagai biaya sewa.  Satu bulan berlalu, pembayaran sewa masih dilakukan oleh Mujiono tanpa terlambat. Sistem pembayaran yaitu setiap 10 hari sekali.
Tapi menginjak bulan ke tiga, Mujiono justru memindah tangankan mobil tersebut kepada Irfan. Dia menyewakan mobil Daihatsu Grand Max tersebut Rp 100 ribu kepada Irfan. Setelah memindah tangankan mobil tersebut, pembayaran sewa pun tidak lancar.
Beberapa kali Umi datang ke rumah Mujiono, namun begitu pria ini terus beralawan. Korban pun curiga, terlebih lagi, Mujiono sulit ditemui. Hingga akhirnya, Minggu (7/9) lalu, Umi pun melaporkan Mujiono ke Polsek wajak.
“Begitu mendapat laporan kami langsung melakukan penyelidikan, dengan mendatangi rumah tersangka. Namun begitu keluarga tersangka selalu mengatakan, Mujiono tidak ada,’’ kata Kardikan.
Meski begitu, petugas tidak diam. Pencarian terus dilakukan, hingga akhirnya Senin (22/9) lalu, petugas melihat Mujiono di daerah rumahnya. Saat itu juga Mujiono ditangkap. “Dalam pengakuannya, mobil disewakan kepada Irfan, Rp 75 ribu per hari. Alasannya mobil untuk digunakan mengangkut buah apel dan melon,’’ tambah pria dengan tiga balok ini.
Tidak membutuhkan waktu lama, petugas pun langsung mendatangi rumah Irfan, dan menangkapnya. Di rumah Irfan, petugas juga mengamankan mobil  Grand Max milik korban. “Tersangka Mujiono kami kenakan pasal 378 KUHP, sedangkan tersangka Irfan kami kenakan pasal 480 KUHP,’’ tandasnya.
Kepada petugas, Irfan mengelak dituduh sebagai penadah. Dia mengatakan jika menyewa kepada Mujiono dengan harga sewa Rp 100 ribu per hari. (vik/aim)