Berusaha Kabur, DPO Perampokan Didor

KEPANJEN- Satreskrim Polres Malang kembali bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan. Selasa malam kemarin, pistol petugas lagi-lagi meletup melumpuhkan pelaku perampokan yang melarikan diri saat ditangkap. Pelakunya yakni Supeno, 33 tahun, warga Desa Pandanrejo Kecamatan Wagir.
“Tersangka ditangkap di rumahnya pada hari Selasa (23/9) malam di rumahnya. Saat ditangkap, tersangka mencoba melarikan diri. Oleh petugas yang berada di lapangan, terpaksa dilumpuhkan dengan menembak kaki kanan tersangka,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskan mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, tersangka masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun 2011 silam, terkait peristiwa perampasan kalung di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir. Tersangka terkait dengan kasus pencurian sepeda motor dan pencurian rumah.
“Saat melakukan perampasan kalung di Wagir, tersangka bersama pelaku lainnya yang sudah tertangkap sebelumnya. Saat menjalankan aksinya, tersangka membawa celurit dan tidak segan melakukan kekerasan terhadap korbannya,” kata pria berkacamata ini. Ditambahkannya, tersangka diketahui sebagai residivis perampokan. Pada tahun 2009 lalu, melakukan perampokan di Kecamatan Pakisaji.
 “Tersangka ini menjalankan aksinya di sepanjang Kecamatan Wagir hingga Kecamatan Pakisaji,” terang perwira pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya.
Tertangkapnya tersangka berkat penyelidikan yang dilakukan oleh jajarannya. “Selama buron, tersangka ini bersembunyi dengan berpindah-pindah tempat. Sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan penangkapan,” terangnya.
Mengetahui tersangka berada di rumahnya, kesempatan itu dibuang sia-sia untuk menangkapnya. “Tersangka kami jerat pasal berlapis yakni 365 KUHP tentang pencurian kekerasan, 363 KUHP tentang pencurian pemberatan,” pungkasnya. (big/aim)