Keluarg Korban Tuntut Sopir Bison

KEPANJEN - Musibah mobil rombongan haji yang masuk jurang Gunung Geger, berbuntut panjang.  Salah satu keluarga korban menuntut tanggung jawab dari Suwari selaku sopir Isuzu Bison N 7274 C. Desakan itu datang dari keluarga korban Tatik, Sukarji menilai sopir lalai karena membiarkan mobil tak layak jalan mengangkut penumpang.
Sukarji mewakili Tatik yang mengalami luka berat kecelakaan maut di Jurang Gunung Geger Desa Sumberejo Pagak. “Saat di Bandara Abd Saleh, sopir bus sudah mengetahui tie rod setir mobil dalam keadaan rusak. Sopir hanya memperbaikinya dengan cara mengganjal setir menggunakan besi. Hal tesebut membahayakan penumpang dan menyebabkan terjadinya kecelakaan ini,” ujar pria 38 tahun ini kepada Malang Post kemarin di RSUD Kanjuruhan.
Untuk itu, pihaknya bersama keluarga korban lainnya kecelakaan maut tersebut menuntut sopir bertanggungjawab atas kejadian ini. Bentuknya yakni sopir harus menanggung semua biaya pengobatan keluarga korban. Selain itu, sopir juga harus memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal yakni Lasminah.
“Kalau sopir tidak sanggup memenuhi tuntutan kami, ya terpaksa kasus ini berlanjut hingga ke kepolisian,” tegasnya. Akibat kecelakaan ini kata dia, kakak sepupunya bernama Tatik, 33 tahun mengalami luka cukup parah di bagian kepalanya. Sehingga harus dilakukan operasi, untuk menyembuhkan luka tersebut.
Menurutnya, bila sopir bertanggungjawab dengan membiayai seluruh pengobatan dan menyantuni keluarga Lasminah, maka tuntutan akan dicabut. “Lagi pula, sopir masih satu desa dengan kami. Lagi pula, kejadian ini merupakan musibah. Keluarga korban juga bisa diajak omong-omong baik terkait kecelakaan ini,” terangnya.
Sementara itu, Kastlantas Polres Malang AKP Bobby Adimas mengatakan, pihaknya sudah menentapkan sopir bernama Suwari menjadi tersangka terkait kecelakaan ini. “Setelah kami tetapkan sebagai tersangka, sopir langsung kami amankan di Mapolres Malang. Kemudian kami lakukan pemeriksaan terhadapnya,” ucapnya terpisah.
Sedangkan Kasubag Humas dan Pemasaran RSUD Kanjurhan Yoyok Ibnu Hidayat, SE, MSi mengatakan, jumlah luka berat yang dirawat akibat kecelakaan itu berkurang. Dari yang sebelumnya terdapat delapan orang dirawat, kemarin siang menjadi enam orang yang masih dirawat. Tiga orang lainnya diperbolehkan pulang.
“Korban kecelakaan yang sudah pulang yakni satu orang anak-anak bernama Renza dan seorang dewasa bernama Maryani,” kata dia. Dua orang yang diperbolehkan pulang itu  dikatakannya kondisinya sudah stabil Hanya dilakukan rawat jalan. Sedangkan tiga korban lainnya, kemarin menjalankan operasi, yakni Tatik, Ngatiasih dan Sutrisno.
Sedangkan tiga orang lainnya yang mendapat perawatan intensif yakni Abi (anak-anak), Suyono dan Saryani. “Seluruh korban yang masih dirawa maupun dioperasit, akan terus kami tangani secara intensif,” pungkasnya. (big/ary)