Rumah Ketua RT di Satroni Maling

KEPANJEN- Aksi pencurian rumah kembali marak. Rabu malam kemarin, dua rumah bertetangga di Perumahan Kepanjen Permai II di Blok V nomor 6 dan nomor 7, Desa Talangaggung, Kecamatan Kepanjen disatroni maling.
Dari rumah milik Sutaji, 43 tahun yang terletak di blok V nomor 6, para pelaku berhasil menguras harta benda dengan nilai total Rp 23 juta. Rinciannya tiga unit laptop, tiga unit handphone, kamera digital merek Olympus, jam tangan merek Alba dan uang tunai Rp 100 ribu.
Dari rumah M Achsin Zamroni di blok V nomor 7,  pelaku berhasil menggondol total kerugian Rp 5 juta. Beberapa barang berharga yang hilang dari tempat tersebut yakni uang tunai semilai Rp 300 ribu, sebuah laptop dan dua unit handphone.
“Saat ini kasus ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap para pelakunya. Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kami juga sudah mengambil sidik jari yang kemungkinan ditinggalkan oleh para pelakunya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kepanjen AKP Agung Priyono SH kepada Malang Post kemarin.
Dari keterangan yang berhasil dihimpun, peristiwa pencurian itu kali pertama diketahui korban pada hari Kamis (25/9) kemarin pukul  04.30. Saat itu, korban Zamroni yang baru bangun dari tidur, mendapati jendela dapur belakangnya rusak. Dia kembali dikagetkan dengan laptop kesayangannya di ruang keluarga raib.
“Saat keluar rumah melakukan pengecekan, Pak Zamroni mengetahui jendela rumah Pak Sutaji yang terletak samping persis rumahnya juga terbuka,” ujar salah seorang warga Perumahan Kepanjen Permai II Blok V bernama Syamsul Huda kemarin.
Usut punya usut, diketahui rumah Sutaji yang diketahui sebagai Ketua RT ini, juga mengalami kemalingan Dia menjelaskan, lalu keduanya memutuskan melaporkan kejadian itu pada pagi harinya. Pelaku diduga lebih dari dua orang saat melancarkan aksinya. Pasalnya, peristiwa pencurian itu terjadi dalam waktu bersamaan.
“Saat peristiwa terjadi, penghuni di dua rumah itu sedang tidur terlelap. Kalau di rumah Pak Zamroni, kemungkinan para pelaku masuk lewat jendela dapur belakang. Setelah itu, kemungkikan para pelaku langsung menyatroni rumah Pak Sutaji,” terang Syamsul.
Menurutnya, aksi pencurain rumah di tempat itu sering terjadi. “Sasarannya memang laptop dan HP yang mudah dibawa. Selain di rumah ini, sebelumnya juga terjadi pencurian. Hanya saja tidak dilaporkan,” pungkasnya. (big/aim)