Empat Sepeda Motor dan Satu Mobil Terjaring Razia

MALANG – Anggota Satlantas Polsek Singosari pagi kemarin,  menggelar operasi revitalisasi lalu lintas. Operasi yang digelar di Jalan Tunjungtirto mulai pukul 08.30 ini, dilakukan bersama tim gabungan, Satlantas, Sabhara Polsek Singosari, dan pegawai Dinas Perhubungan dan Kominfo (Dishubkomnfo) Kabupaten Malang.
Kanitlantas Polsek Singosari AKP Made Suardana menguraikan, sasaran operasi itu semua kendaraan, baik roda dua, roda empat atau roda lebih dari empat.
 “Semua kendaraan yang melilintas kami periksa kelengkapan surat-surat kendaraannya, tidak terkecuali SIM pengemudi juga menjadi sasaran kami,’’ katanya.
Dalam operasi itu, petugas ini  berhasil mengamankan empat unit motor, dan satu unit mobil.
“Empat unit motor tersebut terpaksa kami amankan karena suratnya tidak lengkap. Termasuk barang mobil kami amankan karena tidak dilengkapi dengan surat sama sekali,’’ katanya.  
Untuk tindakan, pihaknya mengamankan 45 STNK roda dua. “STNK terpaksa kami amankan, karena motor pengguna tidak dibekali dengan perangkat yang lengkap. Seperti nopol yang sudah dimodifikasi, berknalpot bronk, spion yang tidak dipasang serta lainnya,’’ urainya.
Dia menambahkan, pelanggaran-pelanggaran yang mendapat tindakan tegas dikatakannya adalah pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Made juga menuraikan, operasi ini ditandai dengan apel bersama di  pos lantas 90.2 Singosari.
Dalam operasi ini pegawai Dishub Kabupaten lebih memilih melakukan operasi kendaraan angkutan. Mulai dari kelayakan kendaraan, surat-surat kendaraan, hingga SIM pengemudi. Kendaraan yang lengkap, kemudian dipersilahkan kembali.
“Tadi ada truk yang mengangkut penumpang.  Karena membahayakan dan memicu terjadi kecelakaan para penumpang di atas truk kami turunkan. Begitu juga ada sebuah pick up yang membawa penumpang, kemudian kami turunkan,’’ tambahnya.
Pria asa Bali inipun mengatakan, dalam operasi ini, pihaknya sama sekali tidak memberikan toleransi apapun, jika ada pelanggaran yang ditemukan. “Surat tilang kami berikan, dan mereka yang melanggar wajib melakukan sidang di PN Kepanjen, Jumat (3/10) mendatang,’’ tandasnya.(vik/aim)