Copet Spesialis Bus Digulung

KEPANJEN- Petualangan tiga orang spesialis pelaku pencopetan yang kerap kali berakasi di dalam bus, akhirnya terhenti. Setelah petugas Reskrim Polsek Kepanjen menangkap ketiganya pada Rabu (24/9) sore, di dalam Bus Tentrem jurusan Malang Blitar usai melancarkan aksinya.
Ketiganya,  M Kusnaeni alias Bowo, 37 tahun, warga Kelurahan Cepokomulyo Kepanjen, Ahmad Bahri alias Mad, 27 tahun, warga Desa Mangunrejo Kepanjen dan Lanang Pamungkas, 27 tahun, Kelurahan Ardirejo Kepanjen.  Dari tangan mereka, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan. Yakni sebuah HP merk Necxom, sebuah HP merk Nokia, satu bendel buku tabungan BRI atas nama Hariyanto, sebuah cincin kuning emas dan uang senilai Rp 170 ribu.
“Mereka kami jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara,” ujar Kapolsek Kepanjen Kompol Sulistyo Nugroho kepada Malang Post kemarin.
 Dijelaskannya, keberhasilan jajarannya menangkap tiga tersangka, bermula dari salah seorang korban yang melapor mengalami kecopetan, H Jamaludin, 64 tahun, warga Kecamatan Gempol Kabupaten Mojokerto.
“Saat itu, korban mengetahui kecopetan saat bus sampai di daerah Jalibar. Korban akan menuju Blitar. Kemudian korban melaporkan hal itu kepada kami,” kata perwira menengah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya ini.
Setelah mendapat laporan itu, pihaknya langsung bergegas melakukan pengejaran bus Tentrem yang diketahui belum jauh. Petugas memburu bus tersebut hingga Karangkates Kecamatan Sumberpucung dan menghentikannya. Petugas memeriksa satu per satu bawaan seluruh pengunjung yang ada di dalam bus itu.
“Saat dilakukan pemeriksaan, ketiganya kedapatan membawa barang milik korban, yang sebelumnya telah dicopet,” kata mantan Direktorat Pam Obvit Polda Jatim ini. Seketika itu juga, ketiganya digelandang ke Mapolsek Kepanjen untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.
Dikatakan Sulistyo Nugroho, ketiga tersangka selama ini dikenal melancarkan aksi copet di dalam bus sepanjang Kepanjen hingga Sumberpucung yang meresahkan penumpang. “Kami terus mengembangkan kasus ini. Termasuk menggali informasi, apakah masih ada pelaku lainnya yang termasuk dari jaringan mereka,” pungkasnya. (big/aim)