Dua Budak Narkotika Diamankan

KEPANJEN- Satrekoba Polres Malang berupaya terus memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Malang. Seorang pengguna sabu-sabu (SS) dan pengedar pil double L berhasil diringkus di dua tempat berbeda Kamis (26/9) malam
Tersangka pengguna SS  adalah Teguh Heru, 30 tahun warga Kelurahan Gadang Kota Malang. Dari tangan tersangka, disita satu poket SS seberat 0,1 gram yang terbungkus dalam plastik. Sedangkan tersangka pengedar pil double L yakni Ismail, 25 tahun, warga Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.
Dari tangan tersangka, tujuh ribu buah lebih pil double L yang telah dikemas dengan berbagai ukuran berhasil diamankan. “Untuk tersangka Teguh Heru kami tangkap di Desa Gedog Wetan Kecamatan Turen. Sedangkan tersangka Ismail, kami tangkap di rumahnya,” ujar Kasatreskoba Polres Malang, AKP Syamsul Hidayat kepada wartawan kemarin.
Dijelaskannya, tersangka Teguh Heru pertama kali yang ditangkap oleh jajarannya. Saat itu, petugas berhasil menangkap tersangka usai membeli SS dari seseorang yang telah diketahui identitasnya dan saat ini tegah diburu. Setelah dilakukan pemeriksaan, Teguh Heru menyebut nama Ismail yang juga merupakan pemakai SS..
Petugaspun bergegas menuju rumah Ismail untuk dilakukan penangkapan. “Saat dilakukan penangkapan di rumah tersangka Ismail, kami tidak menemukan SS. Melainkan, menemukan sebanyak tujuh ribu buah lebih pil double L yang disimpan di dalam kamarnya,” kata mantan Kanit Reskrim Polsek Singosari ini.
Perwira dengan tiga balok ini menambahkan, tersangka Ismail mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Sidoarjo. Dijelaskannya, tersangka membeli pil double per kantong seharga Rp 350 ribu. Sedangkan harga penjualannya, ditentukan dengan ukuran per kantong. Setiap kantong, minimal berisi 10 pil double L
“Menurut pengakuan, tersangka telah sebanyak tiga kali membeli pil double L tersebut. Sedangkan sasaran penjualannya, yakni pemuda serta remaja sekolah,” kata dia.
Dijelaskannya, untuk tersangka Teguh Heru dijerat dengan pasal  UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Sedangkan untuk tersangka Ismail, dijerat pasal 1 96 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun..
“Untuk tersangka Ismail, akan kami selediki lebih mendalam terkait konsumsi ss ini dengan dilakukan tes urine. Bila terbukti, maka bisa dijerat pasal berlapis. Sedangkan hubungan keduanya ini merupakan teman,” pungkasnya. (big/feb)