Lurah Purwantoro Dijerat Pasal Tipikor

MALANG – Suharnoto, Lurah Purwantoro, Kecamatan Blimbing yang ditangkap melakukan pemerasan, ternyata tidak hanya dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan saja. PNS golongan III C ini, juga dijerat dengan pasal 12 huruf e Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Hal itu seperti yang ditegaskan Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro kepada Malang Post kemarin.
“Ada pasal tambahan yang kami masukkan dalam berkaranya, yaitu  pasal 12 huruf e Undang-undang Tipikor,” ujar Adam Purbantoro.
Dalam pasal 12 huruf e tersebut, berbunyi pegawai negeri atau pengelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri, atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.
Ancaman dari pasal 12 huruf e Undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo Undang-undang nomor 20 tahun 2001, yaitu dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.200 juta dan paling banyak Rp 1 Miliar.
Terkait penangguhan penahanan yang diajukan, Adam mengatakan masih mempertimbangkannya. Ia mengaku tidak bisa mengambil keputusan sendiri, karena harus pertimbangan beberapa anggota penyidik yang menangani perkara Suharnoto.
“Untuk penangguhan, masih kami pertimbangkan. Kami akan mengumpulkan anggota penyidik untuk mempertimbangkan penangguhan tersebut. Sebab selain bulan depan, Suharnoto akan menikahkan anaknya, istrinya saat ini juga sedang sakit. Namun untuk kasusnya tetap lanjut sampai proses persidangan,” jelasnya.
Saat ini lanjutnya, penyidik sedang mengebut berkas kasus pemerasan yang dilakukan Suharnoto. Penyidik masih melengkapi keterangan beberapa orang saksi terkait kasus pemerasan tersebut. Dua orang saksi tambahan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Malang, dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. “Jika berkas sudah selesai, maka akan segera kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Malang,” katanya.
Sekadar diketahui, Suharnoto ditangkap petugas Reskrim Polres Malang Kota, Kamis (18/9) lalu. Suharnoto yang menjabat Lurah Purwantoro Kecamatan Blimbing, tertangkap tangan melakukan pemerasan. Korban yang melapor adalah Suparno, 45 tahun.
Suparno diketahui orang suruhan Maylanie Lokadjaja tercatat sebagai warga Jalan Karya Timur 52 Malang, mengurus peningkatan status surat tanah di Jalan Bantaran 5, Malang dari Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) menjadi Surat Hak Milik (SHM). Nilai jual objek pajak (NJOP) dari surat tanah tertulis Rp 840.582.000.
Pengurusan yang semestinya tidak dipungut biaya apapun, namun oleh Suharnoto diminta biaya sebesar 1 persen dari NJOP, yaitu Rp 8,4 juta. Jika tidak, tersangka Suharnoto tidak akan menandatangani. Setelah terjadi tawar menawar, akhirnya disepakati membayar Rp 7,4 juta. Suparno diminta datang kembali untuk menyerahkan uangnya pada Kamis lalu.
Karena merasa telah diperas, akhirnya Suparno mengadukan kepada polisi. Selanjutnya, bekerjasama dengan polisi, Suparno datang untuk menyerahkan uangnya. Begitu uang diterima, polisi langsung menangkapnya.(agp/ary)