Merampok, Residevis Sadis Didor

GONDANGLEGI- Frandi Purwanto, 19 tahun warga Dusun Puri, Desa/Kecamatan Bumiaji, Kota Batu harus dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kirinya oleh petugas Polsek Gondanglegi, akhir pekan kemarin. Pelaku perampokan di rumah Subakri, 60 tahun warga Jalan Alibasa Sentot RT09 RW03 Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, berusaha kabur saat dilakukan pengejaran oleh petugas.
Sebagai barang bukti aksi pelaku yang ternyata residivis itu, petugas menyita tabung gas tiga kilogram, perhiasan kalung dan cincin serta belati yang dipakai untuk beraksi.
“Langkah tegas dilakukan anggota karena pelaku selain sadis terhadap korbannya juga berusaha kabur saat akan ditangkap,” kata Kapolsek Gondanglegi, AKP Budi Haryanto mendampingi Kapolres Malang.
Dijelaskan mantan Kapolsek Sumberpucung itu, sebelum berhasil dilumpuhkan, tersangka melakukan aksi pencurian di rumah Subakri terlebih dahulu. Dalam aksinya itu, pelaku yang berusaha mencongkel lemari, dipergoki korbannya yang sedang tidur. Akibatnya, tersangka yang kalap langsung mengambil hasil curian berupa tabung gas 3 kilogram dan dihantamkan ke tubuh korban.
“Sadar bahwa aksi pencurian yang berubah menjadi perampokan ketahuan pemilik rumah, pelaku pun mencoba kabur. Hanya saja, korban yang langsung mengadukan perkara ke Mapolsek berhasil dilakukan pengejaran sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Saat itulah pelaku berusaha kabur,” terang Kapolsek.
Dalam pemeriksaan tersangka, tambah Budi, diketahui kalau pelaku pada sore harinya usai berhasil melakukan pencurian di Pasar Gondanglegi. Dari aksinya di pasar yang sudah tutup itu, pelaku berhasil membawa kabur perhiasan yang niasanya sekitar Rp 9 juta. Baru malamnya, beraksi di rumah Subakri.
“Dari pemeriksaan tersangka, diketahui kalau pelaku juga berhasil membawa kabur sepeda motor dari kawasan Kota Batu. Kendaraan itu, digadaikan pelaku di wilayah Lawang. Tersangka sendiri, akibat perbuatan yang dilakukannya di Gondanglegi, akan menjalani penahanan untuk kali ke empat. Masalahnya, sebelumnya pelaku juga baru keluar dari tahanan akibat pencurian motor di Kota Batu” tambah Budi.
Dalam pemeriksaannya, Frandi tidak mengelak dengan tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Tersangka mengatakan, aksi yang dilakukannya hanya pencurian biasa dengan menggunakan belati. Hanya saja, karena kepergok akhirnya memakai tabung gas untuk melumpuhkan korbannya.
“Saya masuk ke rumah korban dengan belati. Tapi saat itu, tidak bisa langsung membuka lemari korban karena sulit,” ujar tersangka. (sit/aim)