Awas, Sehari Tiga Kendaraan Dicuri!

MALANG – Kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kota Malang, masih cukup tinggi. Baik kendaraan roda dua ataupun roda empat. Hampir setiap hari, ada masyarakat yang melapor telah menjadi korban pencurian. Jika dirata-rata, sehari bisa terjadi 2-3 kali pencurian di tempat yang berbeda.
Ketika dikalkulasi, maka dalam waktu sebulan minim ada 60 unit kendaraan yang hilang dicuri. Semua kejadian tersebut telah dilaporkan ke polisi oleh para korbannya. Polisi sendiri, sampai saat ini masih menyelidiki dan berusaha untuk mengungkap pelakunya.
Kejadian pencurian terbaru, terjadi di Jalan Tenaga Baru, Kecamatan Blimbing Jumat (26/9/14) lalu. Kendaraan yang dicuri oleh kawanan curanmor adalah mobil Mitsubishi Colt L 300, milik Hadi Wijaya, 30 tahun, warga Sukun Kota Malang. Mobil keluaran 2014 yang masih baru dan belum ada nomor polisinya (nopol) dicuri saat diparkir di depan gudang.
Ceritanya, sebelum diketahui hilang, sekitar pukul 02.30 mobil dikeluarkan dari dalam gudang, dan diparkir depan gudang dengan kondisi terkunci. Mobil warna hitam tersebut, hendak digunakan untuk mengangkut barang. Usai diparkir, oleh korban kemudian ditinggal masuk ke dalam gudang.
Sekitar pukul 04.30, ketika keluar gudang dan hendak memakai, korban kaget karena mobil sudah tidak ada di tempatnya semula. Yakin kalau mobil telah dicuri, akhirnya korban melaporkan ke petugas Polsekta Blimbing. Kerugian akibat kejadian itu sekitar Rp 152,5 juta.
Peristiwa pencurian di hari yang sama, juga terjadi di Jalan Terusan Surabaya, Kelurahan Sumbersari, Malang serta depan Masjid Darul Muttaqin Jalan Saxopone, Kelurahan Tunggulwulung, Malang. Masing-masing satu unit sepeda motor jenis Honda Beat raib dibawa kabur pencuri.
Di Jalan Terusan Surabaya, motor Honda Beat N 6086 CB milik Windi, 22 tahun, hilang saat diparkir di samping rumah temannya. Sedangkan di depan Masjid Darul Muttaqin Jalan Saxopone, motor Honda Beat N 2214 AAG, hilang dicuri ketika ditinggal korbannya pergi salat Isya’.
Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni, membenarkan adanya pencurian tersebut. Pihaknya juga tidak mengelak dengan kejadian pencurian kendaraan, yang hampir setiap hari terjadi. Namun ia mengatakan, polisi tidak tinggal diam dengan banyaknya kejadian pencurian. Polisi sudah bekerja dan berusaha maksimal untuk mengungkap pelakunya.
“Kami sudah berusaha maksimal untuk mengungkap pelaku. Polres Malang Kota sudah membentuk tim khusus di masing-masing wilayah. Tim ini, bertugas khusus untuk memburu pelaku curanmor yang selama ini beraksi,” ungkap Nunung Anggraeni.
Selain memburu pelaku, Polres Malang Kota juga sudah berusaha maksimal untuk menekan angka curanmor. Selain memasang spanduk imbauan kepada warga, juga meningkatkan giat patroli. “Giat patroli juga terus kami tingkatkan. Tidak hanya di jalan raya, tetapi juga masuk ke perkampungan untuk mengantisipasi kejadian curanmor,” ujarnya.
Dari sekian banyak kejadian kasus curanmor, rata-rata sepeda motor yang menjadi sasaran adalah motor yang diparkir di pinggir jalan atau depan rumah yang ditinggal pemiliknya. Paling sering di wilayah Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru, karena dekat dengan kampus serta tempat kos-kosan.
“Sebetulnya imbauan sudah terus kami lakukan. Namun selama ini masyarakat masih ceroboh ketika memakir kendaraannya. Sebaiknya dikunci ganda atau dibuatkan kunci rahasia, untuk mengantisipasi terjadinya curanmor. Karena ketika kita lengah, pelaku sudah mulai mengincar,” paparnya.(agp/han)