Pencurian Tertinggi di Blimbing dan Lowokwaru

MALANG – Tingginya kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di Kota Malang, juga diimbangi dengan hasil ungkap kasus oleh Unit Reskrim Polres Malang Kota. Dari rentetan peristiwa yang terjadi selama September ini, setidaknya lebih dari 10 kasus yang sudah berhasil diungkap.
Sembilan kasus terungkap setelah polisi menangkap pasangan suami istri (pasutri) warga Jalan Kolonel Sugiono Gg III B, Kelurahan Mergosono, Kedungkandang pada pertengahan bulan lalu. Yaitu Sulis Yulianto, 21 tahun dan istrinya Atika, 21 tahun. Mereka mengaku mencuri sembilan kali di Kota Malang. Dua di antaranya di Jalan Gadang Gg VB Sukun, pada 9 September dan di Jalan Belakang RSSA Gg III Malang pada 11 September.
Selebihnya, setelah polisi menangkap lagi pelaku pada Jumat (26/9/14) malam lalu di sekitar Alun-alun Kota Malang, yang kini kasusnya masih dikembangkan. “Kalau kasus curanmor yang kami ungkap pada bulan ini, lebih dari sepuluh kasus. Apalagi kami juga baru mengamankan seorang pelaku lagi, yang kasusnya masih kami kembangkan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro.
Belum lagi dengan hasil ungkap kasus pada bulan sebelumnya. Berdasarkan catatan Malang Post, pada Maret lalu Polres Malang Kota juga mengamankan pelaku curanmor asal Desa Bumirejo, Dampit yaitu David Agus, 25 tahun. Ia ditangkap karena terlibat jaringan pencurian motor di wilayah Kecamatan Sukun serta Kedungkandang.
Kemudian pada Februari, Polres Malang Kota juga menangkap dua pelaku curanmor asal Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, yaitu Paryudi alias Tohu, 25 tahun serta Wawan, 25 tahun. Keduanya ditangkap dari pengembangan dua tersangka yang diamankan Polsekta Lowokwaru, yakni Rico dan Sudarmaji. Mereka terlibat pencurian sepeda motor di Warnet Evergreen Ruko Soekarno Hatta Indah Kota Malang.
“Upaya untuk mengungkap jaringan pelaku curanmor ini terus kami lakukan. Ada tim khusus yang kami bentuk untuk memburu pelaku curanmor. Tim ini bekerja setiap hari untuk mengungkap kelompok curanmor dari Pasuruan dan Malang Selatan,” ujar Adam.
Selain memburu pelaku curanmor yang dilakukan tim khusus, Polres Malang Kota juga terus maksimal untuk menekan aksi pencurian. Selain melakukan patroli skala besar, juga dengan terus meningkatkan giat razia.
Untuk sasaran, Adam mengatakan dari sekian kasus pencurian motor, kebanyakan terjadi di pemukiman serta tempat kos-kosan. Termasuk di parkiran Indomaret dan Alfamart yang bebas parkir. Sedangkan untuk merek kendaraan yang menjadi incaran atau target pelaku adalah jenis Suzuki Satria FU dan Honda Vario serta Beat.
“Tiga jenis kendaraan tersebut sering menjadi incaran pelaku, karena masih diburu oleh orang, penjualan ke penadah juga lebih cepat. Untuk daerah sasaran adalah pemukiman di wilayah Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru,” tuturnya.

Sementara itu, hasil kinerja Reskrim Polres Malang hingga September ini, diklaim Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat, lebih baik dari sebelumnya. Terutama untuk angka kriminalitas berupa laporan curanmor yang menurun 15 persen, dibandingkan periode Januari-Agustus 2013 lalu yang terdapat sebanyak 146 laporan.
“Meski tersisa waktu selama tiga bulan pada 2014 ini, kami optimis jumlah laporan curanmor terus menurun,” ujarnya kepada Malang Post kemarin. Dia menjelaskan, penurunan laporan curanmor terakumulasi jadi satu. Baik untuk jenis kendaraan roda dua berupa sepeda motor maupun kendaraan roda empat seperti mobil, truk dan sejenisnya.
Menurut mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, pihaknya saat ini belum mengklasifikasikan jumah laporan curanmor melalui jenis maupun kategori kendaraan. “Baru bisa kami kalkulasikan menurut jenis dan kategorinya, pada akhir tahun nanti. Karena seluruh jajaran kami minta melakukan penghitungan total,” kata dia.
Penghitungan total pada akhir tahun, kata dia, memang selalu dilakukan. Hal itu sekaligus sebagai bahan evaluasi yang dilakukan Reskrim Polres Malang. Termasuk untuk menentukan jumlah angka kriminalitas apakah menurun atau malahan naik.
Sedangkan semenjak empat bulan dia menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Malang, pihaknya telah mengungkap 15 kasus curanmor dari 31 laporan yang masuk. “Dari pelaku curanmor yang kami tangkap, ada yang masih pemula atau baru, ada pula yang memang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata dia.
Untuk kejadian curanmor di Kabupaten Malang, kata dia, mayoritas sasarannya adalah roda dua atau sepeda motor. Pada urutan kedua, yakni jenis kendaraan bermuatan seperti pickup, box dan truk. “Barulah urutan yang terakhir yakni kendaraan jenis mobil penumpang,” imbuh perwira peratama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Menurutnya, kendaraan bermuatan juga menjadi sasaran empuk karena wilayah Kabupaten Malang juga sering dilewati oleh kendaraan bermuatan. Sedangkan untuk wilayah yang rawan curanmor, juga telah dipetakan. Yakni di Kecamatan Singosari, Kecamatan Dau, Kecamatan Pakis, Kecamatan Wagir dan Kecamatan Pakisaji.
“Daerah yang dekat dengan Kota Malang, biasanya banyak terjadi kejahatan curanmor. Meski demikian, daerah lainnya juga tetap kami awasi,” pungkasnya. (big)