Rampok Bergolok Rampas Uang Rp 256 Juta

SINGOSARI - Pelaku aksi perampokan di wilayah hukum Polres Malang semakin nekat dalam menjalankan aksinya. Jumat (26/9), dua rampok yang mengendarai sepeda motor merampas uang  Rp 136 juta dan 10 ribu US dolar (Rp 120 juta, red) milik PT Nathania Furniture di Jalan Tunggul Ametung No. 179, Kelurahan Candirenggo, yang dibawa dua pegawainya usai mengambil dari bank.
Dalam aksinya, dua pelaku mengancam korban dengan menggunakan golok. Keduanya mengikuti pegawai furniture dari bank  sampai ke depan pabrik furniture itu.
“Terkait kejadian itu anggota masih melakukan penyidikan. Siapa-siapa pelakunya, masih belum tahu,” kata Kanitreskrim Polsek Singosari, Ipda Purnomo kepada Malang Post, kemarin.
Diperoleh keterangan, sebelum aksi perampokan terjadi, pegawai PT Nathania Furniture masing-masing Neng Mujiati dan Eka Prastiwati mengambil uang milik perusahaan di dua bank di Singosari. Karena jumlahnya cukup besar, keduanya sekitar pukul 12.30 mengajak seorang sopir L300 N 8697 DC, Mistahul Anwar. Kali pertama bank yang dituju, BCA.  Sambil menunggu uang di BCA, sopir diminta untuk mengantarkan Mujiati ke Bank Mandiri, untuk mengambil uang sekitar 10 ribu dollar dan Rp 14 juta.
Kendaraan pun dipacu ke BCA untuk menjemput Eka. Diduga, selama proses pengambilan uang berlangsung itulah, pelaku sudah mengintai korban sampai ke pabriknya. Saat hendak menutup pintu pabrik, tiba-tiba, seorang pelaku menerobos pintu gerbang dengan mengacung-acungkan golok. Kebetulan, saat kejadian itu Mujiati yang membawa tas berisi uang dari bank. Pelaku mengejar Mujiati hingga sempat terjadi tarik-menarik dengan pelaku. Hanya butuh waktu beberapa menit, tas pun berhasil direbut dan pelaku langsung kabur dengan membawa tas berisi uang. Sementara satpam perusahaan, pun tidak mampu menghalau ulah nekat pelaku.
“Waktu kejadian itu (perampokan), bukan saya yang berjaga. Jadi, saya tidak paham,” ungkap Satpam PT Nathania Furniture, Khoirun.
Malang Post yang mencoba menemui pemilik furniture, Rudi, dikatakan satpam kurus tersebut, kalau bosnya sedang ada meeting. Sehingga, tidak bisa ditemui. Kecuali, kalau sebelumnya sudah ada janji. “Pak Rudinya sedang ada meeting,” ujarnya singkat. (sit/aim)