Bakal Pesta SS, Polisi Grebek Losmen

KEPANJEN-  Dua orang budak narkotika jenis sabu-sabu kembali diamankan Satreskoba Polres Malang. Keduanya di tempat berbeda pada hari Minggu (28/9) malam. Dari tangan keduanya, petugas berhasil menyita barang bukti dua poket sabu-sabu dengan berat total 0,7 gram yang dibungkus dalam kantong plastik kecil.
Keduanya, Didik Budi Anarsis, 35 tahun, warga Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen dan Dodik Subroto, 31 tahun, warga Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari.
“Dari tersangka Didik disitia sabu-sabu seberat 0,2 gram. Sedangkan dari tersangka Dodik Subroto, kami menyita sabu-sabu seberat 0,5 gram,” ujar Kasatreskoba Polres Malang AKP Syamsul Hidayat kepada wartawan kemarin.
Dijelaskannya, Didik Budi ditangkap di losmen Sri Rejeki Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. Saat itu petugas mendapatkan informasi, tersangka usai membeli sabu-sabu. Oleh tersangka akan dipergunakan pesta sabu-sabu bersama teman-temannya di losmen tersebut.
“Tersangka kami tangkap sendirian di dalam losmen tersebut, sebelum pest sabu-sabu itu dimulai,” terang mantan Kanit Reskrim Polsek Singosari ini.
Tersangka Dodik Subroto ditangkap di salah satu lumbung padi di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso. Dikatakan AKP Syamsul Hidayat, Dodik bersama temannya berinisal AR usai mengkonsumsi sabu-sabu. Hanya saja saat dogrebek, pelaku AR terlebih dahulu melarikan diri.
“Identitas pelaku yang melarikan diri, sudah kami kantongi. Saat ini anggota kami telah melakukan penyelidikan keberadaan tersangka yang melarikan diri tersebut,” kata perwira pertama (pama) dengan tiga balok di pundaknya ini. Keduanya dijerat UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.
Sedangkan menurut pengakuan tersangka Didik Budi Anarsis, dirinya baru pertama kali mengkonsumsi barang haram tersebut. “Setelah saya mengkonsumsi sabu-sabu, saya menjadi kuat dan tidak mudah mengantuk. Sedangkan sabu-sabu ini, saya dapatkan dari salah seorang yang saya kenal melalui HP, terangnya. (big/aim)