Jambret Kalung Diamuk Massa

KEPANJEN- Aksi massa yang gerah dengan tindak kriminalitas, kembali terjadi. Kali ini, amuk massa terjadi di Dusun Sumerjabon, Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, Minggu (28/9) sore kemarin. Masyarakat menghakimi Lasmidi, 33 tahun warga Desa Sumbersuko Kecamatan Dampit, yang menjambret kalung emas milik Luluk Mujiati, 18 tahun warga sekitar.
KBO Satreskrim Polres Malang Ipda Eko Hari Utomo mengatakan, perisitiwa penjambretan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
 “Tersangka bekerja sendirian. Saat itu, tersangka menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125 N 8999 GL yang diketahui miliknya sendiri untuk menjambret,” ujar Eko Hari kepada Malang Post kemarin.
Sejak awal, tersangka  sudah mengintai korbannya usai berbelanja kebutuhan pokok di dekat rumahnya. Dirasa sudah aman, tersangka menggunakan sepeda motornya mendekati korban. Dengan menggunakan sebilah pisau, tersangka mengancam korbannya dan menyuruh untuk menyerahkan kalungnya.
Karena korban berusaha melawan, tersangka mendorongnya hingga terjatuh. Kemudian mengambil kalung yang berada di leher korban dan langsung kabur.
“Korban lantas berteriak meminta tolong yang didengar warga sekitar,” kata perwira pertama (Pama) dengan satu balok di pundaknya tersebut.
Warga yang mendengar teriakan tersebut, lantas mengejar pelakunya. Saat itu, puluhan warga mengejar tersangka menggunakan sepeda motornya. Apes, tersangka terjatuh dari sepeda motornya. Warga yang geram, lantas menghakim tersangka dengan memukulnya ramai-ramai.
Beruntung, terdapat petugas kepolisian yang saat itu sedang patroli langsung mengamankan tersangka dibawa ke Mapolres Malang. “Tersangka baru sekali melakukan kejahatan ini. Sebelumnya tidak pernah terkait kejahatan apapun dan tidak pernah ditahan,” terangnya.
Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP pencurian kekerasan, ancaman hukumannya 15 tahun penjara, Sementara itu, dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka nekat melakukan kejahatan tersebut lantaran terbelit hutang,
“Hutang saya senilai Rp 2,8 juta sudah jatuh tempo. Kalau tidak ada hutang, saya tidak mungkin melakukan perbuatan ini. Saya juga kasihan terhadap anak dan istri saya,” sesal tersangka. (big/aim)