Tembak Rampok Spesialis Mobil

KEPANJEN - Pistol polisi menyalak. Kali ini, timah panas melumpuhkan satu dari tiga pelaku perampok spesialis mobil yang ditangkap akhir pekan kemarin, yakni Anang Yulianto (32 tahun) warga Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung. Petugas terpaksa menembak kaki kanan tersangka, karena saat ditangkap mencoba melarikan diri.
Sedangkan dua pelaku lain yang ditangkap adalah Nur Kholis 38 tahun dan Basori, 31 tahun, keduanya juga merupakan warga Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung. “Ketiga tersangka ini terkait kasus perampokan showroom mobil di Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan pada Juli lalu,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat, kepada wartawan kemarin.
Dia menjelaskan, saat itu terdapat tiga perampok yang menyatroni showroom mobil milik H Jufri tersebut pada siang hari. Modusnya, ketiga pelaku berpura-pura membeli salah satu mobil yang ada di showroom tersebut. Saat itu, showroom hanya dijaga istri H Jufri bernama Maftutah. Ketiga pelaku mencoba melakukan tawar menawar harga mobil. Kemudian, salah seorang pelaku, meminta izin ke toilet. Korbanpun mengantarkan pelaku ke toilet. Siapa sangka, dua pelaku membuntuti korban, kemudian melumpuhkannya.
Korban diancam menggunakan palu dan celurit, kemudian diikat menggunakan tali. “Dua mobil berhasil digondol pelaku yakni Toyota Rush N 818 DE dan Toyota Avanza N 857 DV,” kata Wahyu Hidayat. Selain itu, kawanan pelaku juga berhasil uang tunai Rp 2,4 juta di almari, 1 unit laptop, buku KIR truk dan 2 STNK milik Jufri.
Penangkapan tersebut, kata mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, terjadi berkat informasi dari salah seorang masyarakat yang melihat mereka pulang ke rumah. Sebelumnya, petugas sudah bisa mengidentifikasi beberapa pelaku melalui sidik jari yang tertinggal di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
“Begitu mendapatkan informasi ketiga tersangka berada di rumah Nur Kholis, langsung kami lakukan penggrebakan pada malam hari,” terang perwira pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya itu. Saat digrebek, dua pelaku berhasil diringkus. Sedangkan Anang Yulianto, mencoba melarikan diri lewat halaman belakang rumah.
Karena tidak ingin sasarannya kabur, petugaspun langsung melakukan pengejaran ke halaman belakang yang saat itu kondisinya gelap gulita. Saat kabur, tersangka membawa senjata tajam (Sajam) berupa belati. Karena dianggap membahayakan, petugas melumpuhkan tersangka dengan menembak kaki kanannya.
Hadiah timah panas dari petugas tersebut, membuat Anang tersungkur. Petugas lalu mengamankan tersangka dengan memborgolnya. Kemudian oleh petugas, tersangka dibawa ke RSUD Kanjurhan untuk mendapat perawatan. Dari tangan ketiganya, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.
Yakni sebuah mobil Toyota Rush N 818 DE, hasil perampokan showroom di Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan. Selain itu, juga terdapat beberapa STNK, BPKB mobil, surat KIR truk, SIM, pakaian dan sajam belati.
Selama menjadi DPO, tersangka diketahui kabur ke Jember, Lumajang dan Bali. Sedangkan untuk mobil Toyota Avanza hasil rampokan, diketahui dijual di Bali. “Tersangka kami jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian kekerasan, yang ancaman hukumannya lebih dari 15 tahun penjara,” kata AKP Wahyu Hidayat.
Dari hasil pengembangan yang dilakukan penyidik kepolisian sendiri, ternyata terdapat enam pelaku dari perampokan di Kromengan. “Untuk identitas tiga pelaku yang buron, sudah kami ketahui. Kami saat ini tengah menyelidiki keberadaaanya,” kata pria berkacamata ini.
Sedangkan untuk tersangka Anang Yulianto, diketahui sebagai otak kejahatan ini. Untuk Nur Kholis yang menggambar lokasi kejadian dan Basori, merupakan eksekutor lapangan yang membantu Anang Yulinato. “Hasil kejahatan ini, saya mendapatkan bagian Rp 3,5 juta,” terang tersangka Basori di tempat yang sama.
Untuk Nur Kholis, mendapatkan bagian Rp 2 juta. “Yang mengajak ya Anang itu. Karena saya butuh uang untuk menghidupi keluarga, akhirnya saya mau ikut ajakan Anang untuk melakukan perampokan,” kata Nur Kholis. (big/han)