Pinjaman Sepeda Motor Malah Digadaikan

DAMPIT- Saniran, 40 tahun, warga Dusun Wonosari RT 25 RW 03 Desa Sukodono Kecamatan Dampit, sejak awal pekan kemarin meringkuk di sel Mapolsek Dampit. Tersangka di duga menggelapkan sepeda motor temannya sendiri, Untung, 41 tahun, warga Jalan Gunungjati Kelurahan/Kecamatan Dampit.
“Tersangka kami jerat dengan pasa 372-378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya empat tahun kurungan penjara,” ujar Kapolsek Dampit AKP Indro Susetyo SH kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, peristiwa penggelapan itu terjadi pada akhir bulan Februari 2014 lalu.
Saat itu, tersangka datang ke rumah korban untuk meminjam sepeda motor Honda Vario N 2041 FI untuk menjemput istrinya sekaligus mengambil uang di ATM. Tersangka berjanji mengembalikan sepeda motor milik korban dua hari kemudian.
“Namun, setelah ditunggu hingga dua hari, sepeda motor korban tidak kunjung dikembalikan. Korban pun datang ke rumah tersangka untuk menanyai keberadaan sepeda motor miliknya,” kata perwira pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Saat didatangi korban di rumahnya, tersangka selalu sulit ditemui. Hingga pada akhirnya, pada pertengahan bulan Maret 2014 lalu, korban berhasil menemui tersangka di rumahnya. “Saat itu, tersangka mengaku telah menggadaikan sepeda motor milik korban. Tersangka berjanji akan menebus sepeda motor milik korban pada awal bulan Mei 2014, hingga mempunyai uang,” terang Indro.
Korban berbelas kasihan kepada tersangka dan menunggu sepeda motornya dikembalikan sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Tapi hingga sampai waktu yang dijanjikan, tersangka terus berkelit dan  mengulur waktu akan mengembalikan sepeda motor milik korban.
“Karena korban sudah gerah dengan perilaku tersangka, akhirnya melaporkan pada kami pada akhir September lalu. Lalu, kami tindaklanjuti dengan penangkapan tersangka di rumahnya,” teranya.
Tersangka tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya tersebut.
“Saya butuh uang, untuk membayar hutang. Terpaksa saya gadaikan sepeda motor itu seharga Rp 7 juta,” kilah tersangka di hadapan penyidik yang memeriksanya. (big/aim)