Asik Jalan-jalan di MOG, Warga Cina Ditangkap

TAK PUNYA DOKUMEN: 13 WNA Cina ini diinterogasi dengan bantuan translator. Mereka mengaku ke Malang untuk berwisata dan meninggalkan dokumen di Surabaya.

MALANG – Kantor Imigrasi Kelas I Malang bersama petugas Intel Polres Malang Kota, Rabu kemarin mengamankan 13 orang warga negara asing (WNA) asal Cina. Mereka yang semuanya laki-laki ini, ditangkap saat jalan-jalan di area Mall Olympic Garden (MOG). Hingga semalam, ke-13 WNA ini masih menjalani pemeriksaan petugas Imigrasi.
“Mereka kami amankan saat jalan-jalan. Kebetulan tadi (kemarin siang, red) Imigrasi bersama Polres Malang Kota sedang melakukan operasi gabungan rutinitas pengawasan imigran. Karena ada laporan di Kota Malang banyak kedatangan orang-orang asing,” ungkap Romi Yudianto, SH Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Malang.
Menurut dia, penangkapan 13 orang WNA asal Cina ini, bermula dari informasi adanya rombongan WNA yang sedang jalan-jalan di Kota Malang. Berangkat dari informasi itu, Imigrasi bersama Polres Malang Kota melakukan penyelidikan. Ketika diketahui rombongan WNA berada di MOG, petugas langsung mendatangani mereka.
Ketika ditanya paspor dan dokumen, meraka sama sekali tidak bisa menunjukkan, akhirnya petugas terpaksa membawa para WNA ke Kantor Imigrasi Kelas I Malang. Sesuai pasal 71 ayat B Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, yaitu setiap orang asing berada di wilayah Indonesia wajib memperlihatkan dan menyerahkan dokumen perjalanan atau izin tinggal yang dimilikinya, apabila diminta oleh pejabat Imigrasi yang bertugas dalam rangka pengawasan keimigrasian.
“Sebetulnya ada dua mobil yang ditumpangi oleh rombongan WNA ini. Namun ketika kami amankan, hanya ada satu mobil yaitu Innova L 1577 RZ. Apa tujuan mereka datang ke Malang, masih akan kami selidiki. Termasuk kenapa tidak membawa paspor atau dokumen,”  terang Romi.
Sementara itu dalam pemeriksaan sementara, diketahui mereka ini masih berusia muda antara 20 – 24 tahun. Mereka semuanya memiliki gambar tato di lengan tangannya. Pemeriksaan terhadap mereka dilakukan satu-persatu, dengan bantuan translator untuk memudahkan komunikasi.
Saat ditanya, pengakuan mereka berbeda. Ada yang datang ke Indonesia sejak dua hari lalu, namun ada yang mengatakan sudah berada di Indonesia sejak 10 –20 hari lalu untuk berwisata dengan tujuan beberapa kota, salah satunya Kota Malang.  Mereka berwisata dengan uang saku yang dibiayai orang tua.
“Ada yang mengatakan datang ke Malang sejak empat hari lalu, ada juga yang dua hari lalu. Mereka mengatakan menginap di hotel di Surabaya. Paspor dan dokumen mereka, juga diakui tertinggal di hotel,” katanya.
Sementara, di hari yang sama kemarin, Kantor Imigrasi Kelas I Malang telah mendeportasi seorang warga asing juga dari RRC (Cina).  Adalah Tan Zhenxiong, karena telah melanggar izin tinggal. Tan tercatat sebagai karyawan PT Resyta The Better Wood di wilayah Pandaan, Kabupaten Pasuruan.(agp/han)