Mahasiswa Tertipu Pembelian Barang Online

MALANG – Korban penipuan pembelian barang secara online, masih saja terjadi. Namun sejauh ini, polisi masih kesulitan untuk menangkap pelakunya. Kemarin, seorang mahasiswa salah satu PTS di Malang yang menjadi korbannya. Yakni M Qoyyum Amirul Mukmini, warga asal Desa Bulurejo, Diwek – Jombang.
Pemuda berusia 21 tahun ini, kepada petugas saat laporan mengaku telah tertipu uang sekitar Rp 25,5 juta. Uang sebesar itu raib, setelah oleh korban ditransfer ke rekening milik pelaku. Kini kasus penipuan itu sedang dalam tahap penyelidikan petugas Polres Malang Kota.
“Laporan korban sudah kami terima. Saat ini kasusnya sedang dalam tahap penyelidikan unit Reskrim Polres Malang Kota,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Nunung menambahkan, kalau kasus penipuan online seperti ini sudah sering terjadi. Oleh karena itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan penjualan barang lewat online. “Penipuan online seperti ini, sudah banyak yang menjadi korbannya. Maka dari itu, kami mengimbau pada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli barang lewat online,” tuturnya.
Sementara itu, aksi penipuan yang dialami korban Amirul, berawal ketika ia membeli handphone diketahui lewat website, ‘Adu Belanja.com’. Kemudian korban menghubungo nomor telpon 082291854444 dan 0823484755555 milik pelaku yang tertera dalam website.
Setelah terjadi kesepakatan harga, korban kemudian mentransfer uang sebesar Rp 1 juta ke rekening Bank Mandiri milik pelaku atas nama Asbir, lewat ATM BNI Jalan Terusan Sigura-Gura Malang. Begitu uang ditransfer, pelaku menjanjikan akan segera mengirim HP yang dibeli oleh korban.
Namun barang belum dikirim, keesokan harinya pelaku menghubungi korban. Pelaku meminta korban melakukan transaksi deposito ke rekening pelaku, untuk mengeluarkan barang. Jika barang sudah keluar, pelaku akan mengembalikan uang yang ditransfer. Karena tidak curiga, korban mentransfer sebanyak empat kali senilai Rp 24,5 juta.
Tetapi setelah uang ditransfer, dan korban meminta barang pelaku hanya mengobrak janji. Sebaliknya pelaku kembali meminta transferan uang. Karena curiga telah tertipu inilah, korban yang sadar lalu melaporkan ke Polres Malang Kota.(agp/nug)