Ajaib! Masuk Jurang, Motor Hancur, Pengemudi Hidup

BATU - Gara-gara mengantuk, sebuah motor Yamaha Vizion nopol B 6732 EUS masuk ke dalam Jurang Sebaluh, Pujon KM 34 – 35 Pare, Batu sedalam kurang lebih 12 meter, kemarin (3/10) sekitar pukul 16.30. Ajaibnya, pengemudi motor Khoirul Arif, 27 tahun, warga Dusun Balong Ombo RT 3 RW 1, Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Kota Jombang selamat.
Ia hanya menderita luka ringan, tanpa patah tulang kaki atau pun tangan, padahal motor beserta pengemudinya ini beberapa kali terguling-guling setelah terhempas ke atas tanah.
Peristiwa ini sempat menyita perhatian para pengguna jalan, pasalnya proses evakuasi terhadap Khoirul butuh waktu yang cukup lama, pasalnya kondisi medan yang sangat sulit. Untuk mengevakuasi Khoirul, petugas Satlantas Pujon bersama warga membuat drag bar darurat terbuat dari bambu.
Sementara untuk mengangkat motor korban, dibutuhkan tali tampar yang sangat panjang dan harus ditarik bersama-sama oleh puluhan orang. “Alhamdulillah korban selamat meski kondisi motor korban hancur,” ujar Aiptu Sudiman, Ka Pos Lantas Polsek Pujon yang memimpin proses evakuasi.
Kepada Malang Post, Khoirul Arif menuturkan kecelakaan itu terjadi karena ia mengantuk. Semestinya motor yang dikendarainya berbelok ke arah kanan, namun tidak dilakukan , akhirnya motor langsung menerobos pembatas jalan dan terjun bebas ke dalam jurang.
Ia baru sadar saat motornya menabrak tonggak pembatas jalan. “Waktu menabrak cor pembatas barang itu baru saya terbangun, meski terpelanting posisi saya tetap di atas motor yang terjun bebas ke dalam jurang yang sangat dalam itu,” terang Arif.
Ia mengatakan hanya bisa pasrah melihat begitu melihat ke dalam jurang yang ada, hingga akhirnya di dasar jurang, motor dan dirinya terhempas di sebuah tanah uruk. “Mungkin kalau tidak ada tanah uruk, ceritanya akan lain, tanah uruk itu kan lumayan empuk,” terang Sudiman menimpali.
Begitu terhempas ternyata motor beserta Khoirul tidak langsung berhenti, motor ini terus terguling-guling beberapa kali, hingga akhirnya berhenti dengan posisi motor menindih tubuh korban. Helm yang dikenakan masih terpasang di kepala, hingga tidak sedikit pun luka di kepalanya.
 Khoirul menuturkan malam sebelumnya ia memang tidak tidur sama sekali, karena membantu sinoman di rumah salah satu keluarganya di Jombang. Meski demikian ia tetap memilih berangkat ke Malang untuk silaturahmi dengan keluarganya di Malang.
“Mumpung saya libur, saya sempatkan silaturahmi ke keluarga, rencananya tidur setelah sampai di rumah keluarga, karena kalau tidur di rumah bisa kebablasan, akhirnya tidak jadi berangkat,” terang Khoirul yang keseharian bekerja di sebuah pabrik di Surabaya ini. Namun karena nekat berangkat dalam kondisi ngantuk itulah, ia dan motornya masuk jurang. (muh/han)