Pembunuh Dua Siswi MTs Al Fattah Tertangkap

GRESIK- Tim buser Satreskrim Polres Gresik, akhirnya menangkap terduga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan yang menewaskan 2 siswi MTs Al Fattah, Ujungpangkah, Gresik.
Seperti diberitakan, dua siswi MTs Al Fattah Ujungpangkah Nailus Shoufi (16), alias Vivi dan Vidiatun Nazikah (16), atau Diah tewas mengenaskan setelah diperkosa lalu dibunuh. Kedua jasad korban ditemukan di perkebunan mangga, Desa Gosari.
Terduga berinisial DS (18), warga Desa Karang Rejo, Kecamatan Ujung Pangkah adalah pelajar salah satu SMA swasta di wilayah Kecamatan Sedayu itu ditangkap di rumahnya pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, DS digelandang ke unit I Satreskrim Polres Gresik.
Kapolres Gresik, AKBP E.Zulpan, melalui, Kasubag Humas AKP Tatik Sugiati, dihubungi via ponselnya terkait tertangkapnya terduga pemerkosaan disertai pembunuhan dua siswi MTs Ujungpangkahi Desa Gosari, Kecamatan Ujung Pangkah, membenarkan. "Memang benar tetapi masih dalam penyelidikan jadi wartawan sabar dulu," ujarnya.  
Sampai kemarin sore, aparat Polres Gresik masih melakukan pemeriksaan terhadap DS, warga Desa Karang Rejo, Kecamatan Ujung Pangkah. DS diduga sebagai pelaku pemerkosaan dan pembunuhan yang menewaskan 2 siswi MTs Al Fattah.
Di ruang Kanitpidum Ipda R.Kennardi itu hingga sore kemarin, masih dilakukan interograsi terhadap pelaku. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum menghabisi korban, DS membonceng kedua korban, lalu dibawa ke jalan paving Desa Gosari.
Pada saat itu, terduga DS langsung mengajak korban berhubungan intim layaknya suami istri. Salah satu korban Vivi menolak dengan kasar. Bahkan, Diah yang juga menjadi korban pembunuhan mengingatkan pelaku jangan kasar-kasar.
Tidak terima dengan perlakuan korban, DS malah membabi buta. Vivi dipukul dengan menggunakan kubut (pencatut paku). Akhirnya Vivi pingsan. Pada saat korban pingsan itu, DS memperkosa lalu membunuhnya. Kemudian, terduga DS juga memetreli semua perhiasan korban, setelah itu pulang ke rumahnya dan tidak berani keluar rumah. "Tersangka ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan," kata salah satu anggota buser Polres Gresik. (jpnn/bj/udi)