Amankan Barang Bukti Senilai Rp 7 Miliar

SURABAYA – Megapolitan Surabaya tetap menjadi idaman dan sasaran jaringan sabu-sabu internasional. Meski Polrestabes Surabaya telah menggulung beberapa sindikat, tetap saja tidak membuat produsen barang haram ini menghentikan pasokannya ke Surabaya.
Seperti kemarin, Polrestabes Surabaya berhasil menggulung jaringan sabu-sabu internasional asal Jakarta. Nilai barang bukti yang diamankan cukup fantatis yaitu Rp 7 miliar. Terdiri 2,8 kg sabu-sabu dan 5.000 butir ekstasi dari berbagai jenis. ‘’Barang haram ini masuk ke Surabaya dari Jakarta lewat jalan darat. Namun, pemasok belum berhasil kami amankan karena pengedar yang tertangkap baru saja melakukan transaksi,’’ kata Kombes Pol Setija Djunianta, Kapolrestabes Surabaya di Maporelstabes Surabaya, Minggu (5/10) kemarin.
Menurut Setija, tersangka keseluruhan yang berhasil diamankan sebanyak 3 orang. Terakhir ditangkap adalah Fress (30 tahun), warga kawasan Surabaya Timur. Dia tertangkap ketika baru saja melakukan transaksi dengan pemasoknya dari Jakarta.
‘’Saat ini tim sedang melakukan proses pengejaran. Mudah-mudahan dalam hitungan jam sudah bisa tertangkap,’’ tutur Setija dengan menyebutkan, sebelum ditangkap Fress sebenarnya hendak membawa pulang sabu-sabu dan ekstasi ke rumahnya.
Diceritakan, tiga tersangka tidak ditangkap dalam waktu bersamaan. Pertama sekali petugas menangkap tersangka Deni di Jl. Tidar Surabaya. Ketika itu, Deni (29 tahun) hendak menuju salah satu konsumennya yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penangkapan. Dari tangan Deni, lanjut Setija, petugas mengamankan 86 gram sabu-sabu dan 6 kantong pil ekstasi siap edar. ‘’Dari penangkapan ini lantas kita mendapat informasi rencana tersangka lainnya,’’ ujarnya.
Benar juga, informasi yang diberikan Deni ternyata cukup valid. Buktinya, petugas  Satreskoba Polrestabes Surabaya berhasil mencokok Toni (35 tahun). Sayang, dari tangan Toni yang ditangkap di parkiran Hotel Tunjungan Surabaya, hanya diamankan 2,4 gram sabu-sabu dan 1 butir ekstasi.
Setelah diinterogasi, Toni rupanya sedang menunggu Fress yang sedang menuju ke parkiran Hotel Tunjungan juga. Untuk memasikan buruannya tidak lepas, Toni pun diminta menghubungi Fress kalau posisinya sudah di parkiran Hotel Tunjungan. ‘’Tidak berapa lama datang Fress. Ketika ditangkap, petugas mendapatkan barang bukti 2,7 kg sabu-sabu dan 5 ribu butir pil ekstasi,’’ papar Setija sembari menunjukkan barang bukti dimaksudkan.
Ditambahkan, dua tersangka Dani dan Toni di dunia bisnis barang haram sebetulnya bukan pemain baru. Selain statusnya sebagai residivis, keduanya sudah pernah tertangkap dalam kasus pembuatan narkoba pada salah satu home industri narkoba di Surabaya.
‘’Harapan kami, pemasok dari Jakarta segera bisa kita tangkap. Sebab, dari penangkapan itu kami bisa menelisik terus jaringan internasional pensuplai narkoba ke Surabaya,’’ pungkas perwira yang pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Timur ini. (has/udi)