Bobol Distributor Pampers, Bawa Uang Rp 29 Juta

MALANG – Libur akhir pekan menjelang Idul Adha pekan lalu dimanfaatkan pelaku pencurian untuk menyatroni gudang PT Kreasi Perdana Indonesia (KPI), Jalan Panglima Sudirman Kav D2 no 148. Pelaku yang diduga berjumlah dua orang ini, berhasil menggasak uang Rp 29 juta  milik perusahaan yang bergerak di bidang distributor Pampers Indonesia tersebut. Ironisnya, TKP pencurian ini berada 200 meter sebelah timur kantor Polisi Jalan Raya, Polda Jatim.
Menurut petugas Polsek Singosari, aksi pencurian tersebut terekam oleh CCTV BPR Syariah Jabal Tsur yang ada di sebelah kanan gudang. Namun begitu, wajah kedua pelaku tidak terlihat, sehingga petugas cukup kesulitan untuk mengidentifikasi wajah pelaku.
“Sesuai dengan rekaman CCTV, pencurian tersebut terjadi Sabtu (4/10) pukul 22.30 WIB, dan baru dilaporkan tadi pagi pukul 08.30 WIB. Kami sudah datang ke TKP, bersama anggota Polres Malang untuk langsung melakukan penyelidikan,’’ terang Kapolsek Singosari Kompol Decky Hermansyah saat dikonfirmasi Malang Post.
Aksi pencurian ini kali pertama diketahui oleh Hendra, 29 tahun, asal Cililitan, Jakarta. Hendra yang bekerja sebagai kepala gudang di PT KPI kaget saat melihat tangga begitu membuka pintu gerbang gudang. Curiga, dia pun langsung masuk ke gudang tempatnya bekerja. “Awalnya saya melihat tangga di tembok depan. Karena curiga, saya kemudian masuk ke gudang. Saat itu  kondisi gudang  sudah sangat berantakan,’’ kata Hendra sembari menguraikan kondisi berantakan yang dilihatnya, yaitu hampir seluruh laci meja di ruangan gudang dan ruang administrasi  dalam kondisi terbuka. Dia juga melihat banyak kertas berserakan di lantai.
Melihat kondisi tersebut, Hendra kemudian menelpon Qorina Ariyani, 30 tahun,  kasir. Qorina pun kaget dengan informasi yang diterimanya sehingga buru-buru  datang ke gudang tempatnya bekerja. Bersama Hendra dan beberapa pegawai lain, Qorina pun melihat kondisi gudang. Bukan itu saja, Qorina juga melihat brankas yang ada di ruang kerjanya sudah jebol, dan isinya hilang. Menurut Hendra, selain uang Rp 29 juta, pelaku juga menggasak tiga unit ponsel. “Ponsel itu milik perusahaan dan tidak boleh dibawa pulang sehingga dimasukkan dalam brankas setelah kita pulang kerja,’’ urai Hendra.  
Yakin tempat kerjanya dibobol maling, Hendra dan Qorina langsung melapor ke Polsek Singosari. Mendapat laporan, petugas pun langsung datang untuk melakukan olah TKP. Saat itulah, selain melihat kondisi brankas yang jebol, petugas juga mendapati lubang di bagian belakang tembok gudang milik PT Propan, yang terletak sekitar 20 meter dari TKP. Lubang tersebut berukuran 30 x 40 centimeter. Mendapati temuan tersebut, petugas menduga jika pelaku lebih dulu melakukan aksi di dugang PT  Propan. Dugaan itu dikuatkan dengan kondisi gudang propan juga berantakan dan brankas yang ada di gudang ini juga jebol.
“Di PT Propan pelaku sempat menjebol brankas, tapi tidak menemukan apa-apa, kemudian pelaku masuk ke gudang PT KPI. Mereka juga menjebol brankas, dan membawa kabur isinya,’’ kata Decky sembari mengatakan, selain kondisi gudang yang berantakan, petugas juga melihat ada tangga di bagian depan PT Propan, yang diduga menjadi akses pelaku masuk ke  gudang PT KPI.
Terkait dengan pelaku, Decky mengatakan jika pelaku bukanlan orang profesional. Itu terbukti dengan kondisi brankas yang rusak parah. “Kalau pelakunya profesional, brankasnya tidak serusak itu. Kami menduga pelakunya berasal dari lokalan sini saja,’’ urainya. Namun begitu, dia juga mengatakan, pelaku juga membawa kabur Digital Video Recorder (DVR) yang ada di gudang PT KPI serta di gudang PT Propan.
Decky menambahkan, saat peristiwa pencurian terjadi kondisi kedua gudang ini tidak berpenjaga. PT KPI memiliki 18 karyawan, terakhir para karyawan masuk Sabtu (4/10) lalu dan pulang pukul 16.00. “Dua saksi sudah kami periksa atas nama Hendra selaku kepala gudang dan Qorina sebagai kasir gudang. Saat ini yang jelas anggota masih melakukan penyelidikan,’’ tandas Decky.(vik/han)