Sempat Kabur, Pembunuh Dua Siswi MTs Al Fattah Ditembak

Tersangka Dian Sasmita (18), pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap siswi MTs Al Fattah, Ujungpangkah sempat melarikan diri sebelum ditembak oleh tim buser Satreskrim Polres Gresik.
Menurut Kasatreskrim AKP Ayub Azhar Diponegoro, saat akan digerebek di rumah tersangka. Pelaku yang mengetahui ada polisi berupaya kabur sebelum timah panas yang dilepaskan ke tumit kaki sebelah kanan. "Saat akan ditangkap pelaku mencoba kabur lewat belakang rumah," ujarnya, Senin (6/10/2014).
Dijelaskan AKP Ayub, kronologis penangkapan pelaku bermula saat tim buser sudah mengantongi nama-nama yang dicurigai dan mengerucut pada satu tersangka yakni Dian Sasmita yang juga pelajar SMA Kanjeng Sepuh Sidayu. "Selain mengamankan tersangka polisi juga menyita barang bukti yang dilakukan untuk menghabisi kedua korban," ujarnya.
Di sekolahnya, pelaku Dian Sasmita masih aktif duduk di kelas XI SMA Kanjeng Sepuh kendati jarang masuk sekolah dan suka membolos. Sedangkan barang bukti yang disita polisi polisi diantaranya 1 unit sepeda motor nopol W 2401 LD, 1 lenggis kecil (kubut), 1 buah celana jeans, 1 buah sandal, 1 buah sweater.
Pelaku Dian Sasmita, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah mengaku dirinya membunuh kedua korban karena bermotif sakit hati dan dendam. Pasalnya, sebelum melakukan pembunuhan pelaku yang sudah mengenal korban melalui Facebook (FB), ada kalimat yang menyinggung perasaan pada diri pelaku. "Motif sakit hati dan dendam yang membuat pelaku kalap dan menghabisi kedua korban," kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Ayub Azhar Diponegoro.
Ditambahkan, pelaku dan kedua korban sudah lama berkenalan melalui FB. Bahkan, pelaku Dian Sasmita di jejaring sosialnya mengenalkan dirinya dengan akun nama yang berbeda. Setelah melakukan pertemanan di FB. Pelaku juga intens berkomunikasi dengan kedua korban melalui handphone dan SMS. "Saat kami periksa pelaku mengutarakan ada kalimat dari kedua korban yang menyinggung perasaan hatinya. Bahkan, korban juga sempat meminta maaf karena pelaku dianggap banyak melakukan penuh harapan palsu atau PHP," tambahnya.
AKP Ayub juga menuturkan, karena sudah merasa sakit hati. Pelaku menaruh dendam terhadap kedua korban. Pelaku Dian Sasmita juga merencanakan pembunuhan serta menetapkan lokasi eksekusi. Untuk melampiaskan amarahnya itu, pelaku juga membawa linggis kecil (kubut) yang diselipkan di sepeda motor. "Pelaku dan kedua korban janjian. Korban pamit mau belajar kelompok, lalu menitipkan sepeda ke temannya, selanjutnya dijemput pelaku lalu dibawa putar-putar sebelum diperkosa dan dieksekusi di kebun mangga Desa Gosari," tuturnya.
Dalam pemeriksaannya lanjut AKP Ayub, pelaku Dian Sasmita terlebih dulu memukul tengkuk leher bagian belakang korban Vidiatun Najihah atau Diah dengan lenggis kecil (kubut). Sehingga, korban tersungkur. Selanjutnya, pelaku melakukan hal yang sama terhadap diri Nailus Shoufi atau Fifi sebanyak 2 kali.
Korban Diah, sempat bangun dan memberontak tapi pelaku memukulnya lagi sampai korban jatuh di tanah. Puas menghabisi Diah, pelaku memukul lagi Fifi sampai sekarat setelah itu memperkosa korban. "Perbuatan pelaku sangat biadab karena memukul korban sampai tewas dan salah satu korban diperkosa terlebih dulu sebelum dibunuh," pungkasnya.
Atas perbuatan tersangka, polisi menjeratnya dengan pasal 340 KHUP subdsidair pasal 81 ayat (1), dan pasal 80 ayat (3) Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Untuk ancamannya, tersangka Dian Sasmita diancam hukuman mati atau seumur hidup. (jpnn/bj/udi)