Satu Pekan Tiga Kebakaran

MALANG –  Kebakaran masing mengancam Kabupaten Malang. Dalam sepekan awal Oktober ini, ada tiga peristiwa kebakaran yang terjadi. Kerugian yang di derita di tiga tempat itu mencapai Rp 380 juta.
Kebakaran kali pertama terjadi di Desa Kendalpayak, Desa Pakisaji, Rabu (1/10) siang lalu. Api membakar lahan tebu milik Yudi, warga setempat.  Peristiwa kedua, terjadi di Jalan Panglima Sudirman, Bululawang, Jumat (3/10) lalu. Api membakar sebuah swalayan. Ketiga kebakaran terjadi di Desa Sawahan, Turen, Sabtu (4/10) lalu. Api membakar dua rumah warga, yakni Ngatemi, 56 tahun, dan Misiah, 58 tahun. Dari tiga peristiwa kebakaran  kerugian paling besar adalah kebakaran lahan tebu, yakni mencapai Rp 350 juta.
“Yang terbakar lahan tebu seluas 15 hektar, makanya kerugiannya paling banyak,’’ kata kepala UPTD PMK Kabupaten Malang Nurul Kurnaeni kepada Malang Post, kemarin.
 Nurul menguraikan, kebakaran yang terjadi dihari pertama bulan Oktober itu, cukup menghebohkan warga. Pasalnya, posisi ladang tebu sangat dekat dengan pemukiman warga. Jaraknya hanya sekitar 10 meter dari rumah Kepala Desa Kendalpayak, Pakisaji Sri Utami.
 “Bu Kades melapor langsung ke kami, kemudian kami meresponnya dengan datang ke TKP,’’ kata Nurul yang mengatakan saat itu pihaknya langsung menurunkan dua unit mobil PMK.
Saat sampai di TKP, Nurul mengatakan jika kondisi api sudah meluas. Api yang semula hanya membakar ladang tebu milik Yudi, telah meluas dan membakar ladang milik warga lainnya. “saat itu warga sudah berusaha untuk melakukan pemadaman secara tradisional, tapi api tidak kunjung pandam,’’ tambah pemilik sertifikat instruktur ini.
Peristiwa kedua, kebakaran terjadi di Jalan Panglima Sudirman, Desa Pringu, Kecamatan Bululawang. Api membakar  swalayan milik Imam Subaweh. Kebakaran yang terjadi pukul 22.30 tersebut, di duga karena konsleting arus listri. Terakhir kebakaran terjadi di Desa Sawahan, Turen, Sabtu (4/10). Api membakar dua rumah sekaligus.  
‘’Dua rumah ini letaknya berhimpitan. Sehingga saat proses pemadaman terlambat, api pun sudah merembet,’’ kata Nurul, yang mengatakan kebakaran dua rumah yang diduga akibat konsleting aliran listrik ini menuai kerugian Rp 20 juta.
Sejak Januari  hingga September tahun ini, kebakaran  yang terjadi  mencapai 43 TKP. Paling banyak terjadi di bulan September, yaitu 17 TKP. “Setelah kebakaran PT Ekamas Fortune, di Kecamatan Pagak, masih ada empat kebakaran lagi. Dan sekarang tambah tiga, jadi total kebakaran terjadi di Kabupaten Malang ada 46 TKP,’’ tambah Nurul. (vik/aim)