Dua Bulan Jual 10 ribu Pil Double L

Pelajar SMA Jadi Target Sasaran
TUREN- Tiga kawanan pelaku penjual pil setan alias double L yang biasa beroperasi di wilayah Turen, berhasil dibekuk Satuan Narkoba Polres Malang, Senin kemarin. Ketiganya selama dua bulan sudah menjual sekitar 10 ribu pil setan itu di wilayah Turen.
Ketiga tersangka di ditangkap di tempat yang berbeda. Ketiganya, Triwantoro alias Kawok, 20 tahun warga Jalan Kauman, Kelurahan/Kecamatan Turen, Yuda Tian Saputra, 23 tahun warga Jalan Tendean Gang 1, Kelurahan/Kecamatan Turen dan Agus Irwanto, 25 tahun warga Desa Codo, Kecamatan Turen. Dari penangkapan itu, petugas menyita 43 tik (1 tik = 9 butir pil double L) pil siap jual, HP (Hand Phone) dan uang tunai dari hasil penjualan pil setan itu.
“Penangkapan pelaku dilakukan anggota saat mendapatkan informasi kalau ada tersangka yang biasa memasarkan pil double L di wilayah Keluarahan Turen. Karenanya, dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelakunya. Untuk pengembangan, anggota masih mencoba untuk menciduk satu pelaku lain yang diduga kuat sebagai distributor atau penyuplai barang,” kata Kasat Narkoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat.
Diterangkan mantan KBO Reskrim Polres Malang itu, penangkapan Kawok dilakukan anggota dengan berpura-pura sebagai pembeli. Begitu mengetahui tersangka membawa barang, seketika itu tersangka langsung ditangkap untuk dilakukan pengembangan.
“Dari penangkapan Kawok, anggota berhasil menciduk Tian yang secara kebetulan tinggal di rumah kontrakan. Dari tersangka itu, selanjutnya mengembang ke pelaku Agus, yang saat itu ada di Wajak. Ketiga pelaku ini tinggal dalam satu kontrakan di Kelurahan Turen,” imbuh Kasat Narkoba.
Dalam pemeriksaannya, ketiga tersangka tidak mengelak dengan tuduhan yang dialamatkan petugas kepadanya. Agus yang disebut-sebut sebagai penerima pil setan, mengaku kalau barang itu dibelinya dari seorang teman di Jakarta, dengan harga Rp 300 ribu per botol yang berisi  1000 butir pil setan, kemudian dipasarkannya seharga Rp 450 ribu kepada Tian. Proses pengiriman barang melalui paket.
“Pertama membeli, saya langsung beli dua botol atau seharga Rp 600 ribu. Dari pembelian pertama itu, ternyata banyak yang suka. Sehingga, sampai dua bulan ini sudah ada sekitar 10 botol atau 10 ribu pil yang sudah beredar,” kata Agus.
Tian dalam pemeriksaan, menjelaskan kalau dirinya mendapat pil dari Agus, juga mengaku kalau pil yang masih botolan itu dijual kembali kepada Kawok. Ada pun harganya, menjadi Rp 450 ribu untuk per botolnya. “Saya menjual kembali pil itu seharga Rp 450 ribu kepada Kawok,” katanya ringan.
Kawok yang menjual langsung kepada warga dan anak SMA. Pil yang sebelumnya dalam bentuk botolan itu, dijual per tik atau sembilan butiran pil dengan harga Rp 10 ribu. Sehingga, tetap mendapatkan keuntungan walau pun harga sudah dinaikkan. (sit/aim)