Warga Kedungkandang Bunuh Diri dengan Potong Kelamin

OTOPSI: Pihak kepolisian saat sedang mengotopsi Pitoyo di  kediamannya, kemarin.

MALANG - Warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dihebohkan dengan aksi bunuh diri Pitoyo, warga Jl Mayjend Sungkono Gg 6, RT 01/RW 01, Buring, Kedungkandang, Kota Malang. Hebohnya lagi, pria yang biasa dipanggil Kabul ini, melakukan aksinya dengan memotong kemaluannya hingga putus.
Kejadian tersebut pertama kali ditemukan ibu Kabul, Piati, sekitar pukul 11.00 WIB, saat mencoba masuk ke dalam kamar Kabul. Saat itu, Piati menemukan Kabul sudah dalam kondisi berdarah-darah. Saat itu juga, Pitoyo mengusir dan melarang ibunya untuk menolong dia.
Melihat kondisi Kabul, Piati berteriak meminta tolong kepada warga. Datanglah adik ipar Kabul, Muhammad Sofyan untuk menolong. Akan tetapi, ketika Mamat, panggilan akrab Muhammad Sofyan, mencoba masuk, Kabul juga mengusirnya sambil menodongkan pisau ke arah Mamat.
"Saya coba masuk ke kamarnya. Tapi saya diusir, sambil ditodongkan pisau," ujarnya kepada Malang Post kemarin. Ditambahkan, saat itu kondisi Kabul sudah parah. Leher dan urat nadinya tergorok, sedangkan tubuhnya berlumuran darah.
Sekitar lima menit kemudian, Mamat mencoba masuk lagi. Hal serupa terulang, dia kembali diusir dan ditodong pisau oleh Kabul. "Baru saat mencoba ketiga kalinya, Kabul dalam kondisi tidak berdaya. Tapi dia sempat terlihat masih bernafas," jelas pria kelahiran 1982 ini.
Warga setempat terkejut lantaran pada Senin (6/10/14) malam lalu, Kabul masih ikut beraktivaitas bersama warga. Ketua RW 01, Bambang Wiraputra menyatakan, Senin malam Bambang ikut kerja bakti bersama warga di kawasan tersebut.
"Iya, kemarin dia (Kabul) masih ikut kerja bakti dengan kami. Sekitar pukul 21.00 WIB, dia masih terlihat kerja bakti dan tidak menunjukkan tanda-tanda keanehan," terangnya.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan kalau di kalangan warga, Kabul dikenal pendiam. Setiap ditanyai orang lain, dia selalu menjawab seadanya. Tapi, lanjut Bambang, bila bertemu dengan tetangganya Kabul selalu menyapa dengan senyum.
Senada, adik ipar Kabul yang lain, Sumartini juga mengatakan hal serupa. "Dia (Kabul) memang pendiam. Makanya kita tidak tahu apa alasan dia melakukan hal itu," kata wanita yang akrab disapa Martin ini.
Martin menyatakan tidak pernah tahu kalau Kabul punya masalah percintaan. "Sepertinya tidak ada masalah, saya juga tidak tahu. Dia orangnya tertutup sekali, dia tidak pernah cerita apa-apa," jelasnya.
Sementara Kapolsek Kedungkandang, Kompol I Putu Mataram masih belum berani menyimpulkan penyebab dari aksi bunuh diri Kabul. "Belum tahu penyebabnya, tim kami masih melakukan penyelidikan," tandas Putu yang saat itu sedang berada di lokasi kejadian. (erz)