Ditipu, Warga Lowokwaru Rugi Rp 5,7 Juta

MALANG – Eko Prasetyo Nugroho, 25 tahun, warga Jalan KH Yusuf Lowokwaru  kemarin
mengadu ke Polres Malang Kota. Ia melapor telah menjadi korban penipuan sebuah pekerjaan yang ditawarkan lewat online. Akibat kejadian itu, Eko mengaku telah mengalami kerugian sekitar Rp 5,7 juta.
Menurut keterangan Eko saat laporan, peristiwa penipuan yang dialaminya berawal ketika ia mengetahui ada lowongan pekerjaan, di BHP Billition Oil & Gas Corporation di Australia, lewat internet. Mungkin karena tertarik dengan lowongan pekerjaan tersebut, Eko lalu menghubungi Mr James Bell, melalui via email.
Setelah terhubung dan mengikuti semua persyaratan yang diajukan oleh Mr James Bell, korban dinyatakan lulus, serta diterima sebagai karyawan. Selanjutnya korban diminta mengirim berkas seperti foto, foto copy paspor, transkip, buku tabungan serta foto copy sidik jari, melalui email govau@immigrationaustralia.au.pn yang diakui sebagai kantor Imigrasi Australia.
Persyaratan tersebut, dikatakan untuk keperluan pengurusan penerbitan visa ijin tinggal korban. Selain itu, korban juga diminta untuk mengirim uang sebesar $ 480 US via western union kepada Taah  Connor di Amerika Serikat, yang disebut sebagai staf Kantor Imigrasi Australia. Uang tersebut sebagai biaya pembuatan visa Australia.
Karena tidak curiga, pada 28 Februari 2014 korban lalu mengirim uang yang diminta melalui Western Union Bank Danamon, Jalan Kawi Kota Malang. Setelah ditunggu lama, tidak ada kabar, korban kembali diminta uang sebesar $ 1500 US, dengan alasan tambahan biaya pengurusan visa.
Lantaran curiga ada yang tidak beres, korban mencoba mengecek kebenaran pemrosesan visa melalui www.immi.gov.au. Saat ditanyakan ternyata korban mendapat balasan kalau pengurusan visa atas namanya tidak ada. Karena merasa tertipu itulah, akhirnya melaporkan ke Polres Malang Kota.
“Dari kejadian penipuan sampai laporan memang terpaut lama, karena korban baru menyadari tertipu setelah mendapat balasan pada awal Oktober lalu. Dan laporan korban sendiri, sudah kami terima saat ini masih kami selidiki. Kami juga kembali mengimbau kepada masyarakat, supaya tidak percaya dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan lewat online, karena banyak yang sudah menjadi korban penipuan,” terang Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.(agp/nug)