Teknisi Perusahaan Surabaya Dibekuk di Malang

Pencuri dan penadah hasbel elevator Ribut Pristianto dan Subagyo

Curi 10 Hasbel Rantai Besi Elevator
MALANG – Teknisi PT Pilar Utama Contrindo Surabaya, Ribut Pristianto, 30 tahun, sejak Rabu lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang Kota. Warga Wonokromo – Surabaya ini, ditahan karena dilaporkan mencuri 10 hasbel rantai besi elevator, oleh perusahaan tempatnya bekerja.
Selain Ribut, polisi juga menangkap seorang penadahnya. Yakni Subagyo, 49 tahun, warga Jalan Kelapa Sawit IV Sukun. Barang bukti yang diamankan dari keduanya, satu buah HP merk Evercross yang dibeli dari uang hasil penjualan, serta satu unit mobil pick up yang dijadikan sarana mengangkut hasil kejahatan.
“Mereka berdua ini ditangkap terpisah. Pertama kali yang diamankan adalah RPI (Ribut Pristianto) di Surabaya, kemudian dikembangkan dengan menangkap SBG (Subagyo) di rumahnya,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraenil.
Penangkapan keduanya ini, menurutnya, bermula dari laporan pihak PT Pilar Utama Contrindo. Perusahaan melaporkan kalau 10 hasbel rantai elevator seharga Rp 210 juta yang ada di Gudang Proyek Evalator Mall Malang City Jalan Dieng 32 Malang, hilang. Hilangnya hasbel tersebut, diketahui setelah perusahaan menerima surat kemunduran Ribut sebagai karyawan. Ribut mengundurkan diri sebagai karyawan, tanpa alasan yang jelas.
Karena curiga bahwa hasbel itu hilang karena dicuri oleh Ribut, perusahaan lalu melaporkan ke Polres Malang Kota. Berdasarkan laporan itulah, polisi lalu menyelidiki dan kemudian menangkap Ribut.
Sementara aksi pencurian yang dilakukan oleh Ribut ini, terjadi Minggu 17 Agustus 2014 lalu sekitar pukul 13.00. Saat tersangka mendapat tugas dari perusahaan untuk memasang elevator (escalator) di Mall Malang City Point Jalan Dieng Kota Malang.
Setiba di Gudang Mall Malang City, tersangka sama sekali tidak mendapati petugas yang berjaga. Sedangkan di dalam gudang itu terdapat 10 hasbel milik PT Pilar Utama Contrindo Surabaya, yang setiap hasbel panjangnya sekitar 70 meter. Karena diyakini hasbel itu bisa dijual, Ribut lalu mengambilnya. Setelah itu, Hasbel dijual kepada Subagyo seharga Rp 1,6 juta.
“Sementara oleh SBG (Subagyo) hasbel tersebut dijual perkilo. Satu kilogram dijual seharga Rp 3500. Sedangkan satu hasbel beratnya 120 kilogram. Dan dari pengakuan kedua tersangka, yang dicuri bukan 10 hasbel tetapi hanya 4 hasbel saja,” tutur Nunung.(agp/nug)