Gadaikan Truk Teman Ditahan

GONDANGLEGI-Mulyono alias Ranggeng, 42 tahun warga Desa Wonokerto RT40 RW07, Kecamatan Bantur, harus mendekam di balik jeruji Mapolsek Gondanglegi, Kamis kemarin. Tersangka ditahan petugas, karena dilaporkan membawa kabur truk N 8407 UA milik Hadlori, 34 tahun warga Dusun Kasin RT07 RW03, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi. Aksi penipuan dan penggelapan itu, dilakukan pelaku di rumah korban pada 18 Agustus lalu sekitar pukul 17.30.
“Setelah ditipu, korban tidak langsung melaporkan kejadian ke Mapolsek Gondanglegi. Namun, melacak sendiri keberadaan truknya. Baru setelah sekitar sebulan, akhirnya keberadaan tersangka ditemukan dan kejadian pun dilaporkan ke Mapolsek Gondanglegi,” kata Kapolsek Gondanglegi, AKP Budi Haryanto mendampingi Kapolres Malang.
Ditambahkannya, sebelum aksi penipuan dan penggelapan itu dilakukan, hubungan antara korban dan tersangka sudah saling kenal. Karenanya, untuk bisa membawa kabur truk, pelaku berpura-pura mensewa kendaraan korban dengan harga Rp 300 ribu perhari.
“Saat sewa, tersangka mengaku akan memakai truk korban selama dua hari. Tujuannya, untuk mengantarkan muatan Kanebo dari Malang ke Lumajang. Karenanya, korban tanpa curiga akhirnya mensewakan truknya,” kata mantan Kapolsek Sumberpucung itu.
Memasuki hari ke tiga truk dipinjam, ujar Budi, korban akhirnya hendak meminta kendaraan itu dikembalikan. Hanya saja, saat HP (Hand Phone) pelaku ditelepon, justru tidak aktif. “Karena sampai hari ke lima HP pelaku tidak aktif dan truk tetap tidak dikembalikan, korban akhirnya mulai mendatangi rumah tersangka. Namun, Hadlori tidak berhasil menemui pelaku. Justru, dari pihak tersangka diperoleh informasi kalau kalau belum pulang. Merasa dipermainkan oleh pelaku, korban akhirnya melacak kendaraannya dan diketahui ada di Probolinggo,” tambahnya seraya mengatakan kalau truk tersebut digadaikan pelaku.
Mulyono alias Ranggeng dalam pemeriksaan, mengaku kalau aksinya itu hanya akal-akalan agar diberikan pinjaman truk. Begitu truk diberikan, kendaraan langsung digadaikan ke Probolinggo. “Truk saya gadaikan Rp 10 juta. Uangnya sudah habis untuk berjudi dan perempuan,” ujar pelaku. (sit/nug)