Digrebek, Pencuri Sepeda Motor Kabur

Motor Yamaha Vixion diamankan petugas dari rumah WT yang kabur dari penggrebekan  Polisi.

MALANG –  Anggota Polsek Karangploso, Kamis (9/10) malam lalu menggerebek rumah WT, 45 tahun, warga Kelurahan Pandanrejo, Kabupaten Pasuruan. Penggerebekan dilakukan karena WT diduga pelaku pencurian motor, yang kerap beraksi di wilayah hukum Polsek Karangploso. Dalam penggerebekan tersebut, petugas tidak berhasil menangkap WT, karena pria ini kabur sebelum petugas datang. Petugas hanya berhasil mengamankan satu unit motor Yamaha Vixion nopol N 2743 GV.
“Motor Yamaha Vixion yang kami amankan dari rumah WT adalah milik Yeti Nurmalasari, 40 tahun, warga Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Karangploso. Motor tersebut dilaporkan hilang Senin (5/10) lalu saat parkir di ruko, Pasar Girimoyo,’’ kata Kapolsek Karangploso AKP H Sugeng Hardianto kepada Malang Post, kemarin.
Saat ditemukan, kondisi motor tidak banyak berubah. Hanya saja, nopolnya telah diganti. Sugeng menyebutkan nopol asli motor Yamaha Vixion tersebut adalah  N3407 IQ.
“Untuk menghilangkan jejak pelaku mengganti nopol yang asli dengan nompol palsu yakni N 2743 GV. Tapi kami yakin, ini motor korban, sesuai dengan cirri-cirinya, dan nomor rangka motor,’’ kata Sugeng, yang mengatakan motor ini masih diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sugeng pun menjelaskan, penggerebekan ini berawal saat pihaknya mendapat laporan pencurian motor, di area parkir Ruko, Pasar Girimoyo Senin lalu. Mendapat laporan tersebut, petugas pun melanjutkan dengan melakukan penyelidikan.
 “Berbagai informasi dan keterangan saksi kami kumpulkan. Hingga kemudian, kami mendapat informasi, jika motor Yamaha Vixion milik Yeti ada di rumah WT di Pasuruan,’’ kata pria dengan tiga balok di pundak ini.
Tanpa pikir panjang, malam itu juga bersama lima anggota lainnya Sugeng pun mendatangi rumah WT.  Namun sial, WT sendiri tidak berada di rumah. Ada kemungkinan penggerebekan ini bocor, sehingga WT pun lebih dulu kabur sebelum petugas datang ke rumahnya.
“Istrinya dalam kondisi hamil, malam itu sempat kepikiran untuk kami bawa sebagai saksi, tapi karena berbagai pertimbangan, kami hanya membawa motornya saja,’’ urai Sugeng.
Dia juga menegaskan, jika WT tetap menjadi target operasinya untuk kasus pencurian motor. “Kami yakin pasti bisa menangkap tersangka. Saat ini mungkin dia (WT) bisa lolos, tapi kami tetap akan melakukan pengejaran, kapanpun dan dimanapun,’’ tandas Sugeng.(vik/aim)